Terbukti Korupsi, Eks PM Georgia Divonis 5 Tahun Bui
Mantan Perdana Menteri Georgia Irakli Garibashvili dijatuhi hukuman lima tahun penjara setelah mengaku bersalah atas pencucian uang, pada Senin (12/1).
Selain hukuman penjara, Garibashvili juga dikenai denda sebesar 1 juta lari (sekitar Rp4,850 miliar) dan dana yang diperoleh dari hasil aktivitas kriminal disita negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir situs Reuters, Garibashvili pernah menjabat sebagai PM pada 2021-2024 dan pada 2013-2015, dikenal sebagai loyalis lama Bidzina Ivanishvili, eks PM miliarder penguasa de facto Georgia.
Kantor Jaksa Agung Georgia kemudian mengumumkan keputusan resmi terkait kasus pengakuan bersalah Garibashvili.
"Kantor Jaksa Agung Georgia telah menandatangani perjanjian pengakuan bersalah dengan terdakwa Irakli Garibashvili, di mana mantan perdana menteri tersebut dijatuhi hukuman 5 tahun penjara atas kejahatan berdasarkan Pasal 194, bagian tiga Kitab Undang-Undang Pidana Georgia," ujar kantor tersebut, seperti dikutip Anadolu Agency.
"Irakli Garibashvili mengakui kejahatan yang dilakukannya dan menyetujui ketentuan dalam perjanjian pengakuan bersalah," demikian bunyi pernyataan tersebut.
Pengadilan setempat kemudian menyetujui permohonan kantor jaksa mengenai perjanjian pengakuan bersalah ini.
Menurut penyidik, Garibashvili terlibat secara ilegal dalam kegiatan bisnis dan memalsukan laporan penghasilan antara 2019 dan 2024.
Kasus ini bermula dari operasi pada Oktober 2023, di mana layanan khusus Georgia menyita lebih dari US$ 7 juta (sekitar Rp108,5 miliar) saat melakukan penggeledahan di rumah beberapa mantan pejabat, termasuk Garibashvili.
Penangkapan dan pemenjaraan Garibashvili menjadi kali pertama seorang pejabat senior dari elite pemerintahan menghadapi tuntutan hukum dalam rangka penindakan luas terhadap para pemimpin oposisi.
Hingga saat ini, Garibashvili belum memberikan pernyataan publik mengenai penggerebekan atau tuduhan yang menimpanya.
Pada Senin, ia tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar, sementara pengacaranya mengonfirmasi kepada media lokal bahwa Garibashvili telah ditahan.
(rnp/rds)[Gambas:Video CNN]
