Pabrik Baja di China Meledak, 2 Tewas dan 66 Terluka

CNN Indonesia
Senin, 19 Jan 2026 01:01 WIB
Sebuah ledakan terjadi di pabrik baja di China utara pada Minggu (18/1) dan menewaskan dua orang serta melukai 66 lainnya. Lima orang dilaporkan hilang.
Sebuah ledakan terjadi di pabrik baja di China utara pada Minggu (18/1) dan menewaskan dua orang serta melukai 66 lainnya. Lima orang dilaporkan hilang. Ilustrasi. (Foto: iStockphoto/stevecoleimages)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah ledakan terjadi di pabrik baja di China utara pada Minggu (18/1) dan menewaskan dua orang. Selain merenggut korban jiwa, ledakan di pabrik baja itu melukai 66 lainnya. Kemudian, lima orang lainnya dilaporkan masih hilang.

Xinhua melaporkan ledakan terjadi sekitar pukul 15.00 waktu setempat di pabrik pelat baja Baogang United Steel di kota Baotou di wilayah otonom Mongolia Dalam.

"Hingga Minggu pukul 17.30, otoritas manajemen darurat dan pemadam kebakaran setempat melaporkan dua korban jiwa dan lima orang hilang," tulis Xinhua.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebanyak 66 orang telah dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan, tiga di antaranya dalam kondisi kritis," bunyi laporan itu.

Pemerintah masih menyelidiki penyebab insiden tersebut, sementara operasi penyelamatan terus berlanjut.

Sebuah rekaman menunjukkan langit-langit pabrik runtuh beredar di media sosial. Tampak pula kepulan asap serta mobil pemadam kebakaran di lokasi kejadian.

Video lain menunjukkan sebuah benda terlempar ke langit saat asap mengepul dari pabrik. Terlihat bongkahan logam besar berbentuk silinder, yang tampaknya berasal dari pabrik tersebut, tergeletak di antara reruntuhan bangunan.

Warga yang tinggal beberapa kilometer jauhnya melaporkan ledakan tersebut mengguncang rumah mereka dan menghancurkan jendela.

Kecelakaan industri sering terjadi di Tiongkok. Sebab, standar keselamatannya longgar.

Juni tahun lalu, sebuah ledakan di pabrik kembang api di provinsi Hunan, China, menewaskan 9 orang dan melukai 26 lainnya.

Sebelumnya pada 2015, terjadi ledakan di gudang yang berisi bahan kimia mudah terbakar di kota pelabuhan Tianjin. Insiden ini menewaskan lebih dari 170 orang dan melukai 700 lainnya.

(pta)