Pemimpin Kristiani Yerusalem Ingatkan Bahaya Zionisme Kristen

CNN Indonesia
Senin, 19 Jan 2026 16:45 WIB
Gereja Holy Sepulcher di Yerusalem. (istockphoto/Janek)
Jakarta, CNN Indonesia --

Para pemimpin Kristiani di Yerusalem memperingatkan bahwa ideologi zionisme Kristen dapat mengancam masa depan komunitas Kristen di Tanah Suci dan kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataan pada Sabtu (17/1), para Patriark dan Kepala Gereja di Yerusalem menyatakan ideologi itu dapat menyesatkan publik dan melemahkan persatuan komunitas Kristen tertua di dunia.

"Keprihatinan mendalam karena pendukung Zionisme Kristen justru diterima di tingkat resmi, baik secara lokal maupun internasional," ujar para pemimpin tersebut, seperti dikutip Middle East Eye.

Para pemimpin Kristen di Yerusalem sejak lama menyuarakan kekhawatiran atas pengaruh Evangelical Christianity terhadap kebijakan Amerika Serikat terkait Israel. Kebijakan itu memperkuat dukungan finansial dan politik Washington terhadap Tel Aviv.

Mereka juga menyoroti kebijakan Israel, seperti penyitaan lahan dan perluasan permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, yang dinilai semakin mempersempit ruang hidup komunitas Kristen.

Laporan terbaru Dewan Patriark dan Kepala Gereja di Yerusalem menyebut kebijakan itu, termasuk pajak dinilai tidak adil, mengancam keberadaan gereja dan umat Kristen khususnya di Yerusalem Timur.

"Kebutuhan mendesak untuk melindungi komunitas Kristen dan tempat-tempat ibadah kami di seluruh Tepi Barat, di mana serangan pemukim semakin sering menargetkan gereja, umat, dan properti kami," ujar para pemimpin terkait laporan tersebut.

Pada Rabu, Komite Kepresidenan Tinggi untuk Urusan Gereja di Palestina mengeluarkan pernyataan yang mengecam pembatasan Israel terkait izin kerja bagi guru dari Tepi Barat.

Situasi ini turut berdampak pada sektor pendidikan, terutama di lembaga-lembaga pendidikan Kristen.

Sejumlah sekolah Kristen di Yerusalem juga memutuskan akan menghentikan kegiatan belajar mengajar dan menggelar mogok massal sebagai bentuk protes.

Alasan protes tersebut adalah kebijakan itu mengancam pendidikan Palestina dan keberlangsungan komunitas Kristen di kota suci tersebut.

(rnp/bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK