Trump Bakal Jadi Pemimpin Seumur Hidup di Dewan Perdamaian

CNN Indonesia
Senin, 19 Jan 2026 18:40 WIB
Presiden AS Donald Trump akan jadi pemimpin seumur hidup di Dewan Perdamaian. Foto: REUTERS/Alexander Drago
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan menjadi ketua seumur hidup di Dewan Perdamaian atau Board of Peace, yang dibentuk untuk menangani konflik di Gaza dan kemungkinan besar bakal menangani konflik lainnya.

Dalam salinan surat dan draf piagam Board of Peace yang dilihat oleh Reuters, "Founding Executive Council" atau dewan eksekutif akan dipimpin seumur hidup oleh Trump.

Menurut pernyataan Gedung Putih, dewan eksekutif tersebut memegang kendali anggaran dan bakal menetapkan visi strategis.

Akhir pekan lalu, Trump telah mulai mengundang sejumlah pemimpin dunia dan tokoh-tokoh terkemuka lainnya untuk menjadi anggota Dewan Perdamaian.

Trump mulanya memperkenalkan dewan tersebut sebagai bagian dari fase kedua perjanjian gencatan senjata Israel dan Hamas, untuk mengakhiri genosida Israel di Jalur Gaza.

Dewan Perdamaian itu disebut akan mengawasi pembangunan kapasitas tata kelola, hubungan regional, rekonstruksi, penarikan investasi, pendanaan skala besar, dan mobilisasi modal di Jalur Gaza.

Namun dalam surat-surat yang ditulis Trump kepada para pemimpin negara yang diundang bergabung ke Dewan Perdamaian, diduga ada "ambisi yang lebih luas" dari rencana Trump.

Dalam draf piagam yang dikirim ke sekitar 60 negara oleh pemerintahan Trump, setiap negara yang ingin memiliki keanggotaan di Dewan Perdamaian selama leih dari tiga tahun, maka wajib membayar sebesar US$1 miliar atau setara Rp17 triliun.

Sementara itu media Financial Times mengungkap bahwa piagam itu juga menyatakan "Dewan Perdamaian adalah organisasi internasional yang berupaya mempromosikan stabilitas, memulihkan pemerintahan yang dapat diandalkan dan sah, serta mengamankan perdamaian abadi di daerah-daerah yang terkena dampak atau terancam konflik.

Dua sumber diplomatik mengatakan kepada Reuters bahwa undangan itu mencakup "piagam" yang menguraikan mandat yang lebih luas untuk Dewan Perdamaian.

"Ini adalah 'PBB Trump', yang mengabaikan prinsip-prinsip dasar piagam PBB," kata seorang diplomat yang mengetahui isi surat tersebut.

Pekan lalu, Trump mengumumkan bahwa mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair akan menjadi salah satu anggota eksekutif dewan tersebut.

Selain Blair, sejumlah nama yang juga masuk dalam anggota dewan eksekutif Board of Peace antara lain menantu Trump Jared Kushner, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, dan utusan khusus AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff.

Sementara itu sejumlah pemimpin negara yang telah menerima undangan Trump ke Dewan Perdamaian di antaranya Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Argentina Javier Milei, pemimpin Paraguay Santiago Pena, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, hingga PM Kanada Mark Carney.

Pemimpin Prancis, Jerman, dan Australia juga disebut diundang untuk duduk di dewan tersebut, meski belum ada konfirmasi resmi.

(dna/bac)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK