Pesawat Air Force One Trump Putar Balik usai Lepas Landas, Ada Apa?
Pesawat Air Force One Presiden Amerika Serikat Donald Trump terpaksa kembali ke sebuah pangkalan udara tak lama setelah lepas landas menuju Davos, Swiss, pada Selasa (20/1) malam.
Gedung Putih mengatakan keputusan itu diambil karena pesawat kepresidenan itu mengalami "masalah kelistrikan kecil" tak lama setelah lepas landas dari Washington.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip AFP, Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan Air Force One kembali ke Joint Base Andrews sebagai langkah kehati-hatian. Di pangkalan tersebut, Trump dan rombongannya akan berganti pesawat sebelum melanjutkan perjalanan ke Davos untuk menghadiri The World Economic Forum atau Forum Ekonomi Dunia.
Melansir Fox News, AS memiliki dua pesawat kepresidenan Air Force One. Keduanya telah mengudara hampir empat dekade.
Boeing tengah mengerjakan pesawat pengganti Air Force One yang lawas ini, namun program tersebut menghadapi serangkaian penundaan.
Air Force One diwajibkan memiliki empat mesin, berbeda dengan sebagian besar pesawat penumpang modern yang hanya menggunakan dua mesin.
Di dalamnya terdapat sistem komunikasi rahasia dengan tingkat klasifikasi tertinggi, serta perlindungan eksternal terhadap pengawasan asing.
Pesawat ini juga dilengkapi kemampuan pengisian bahan bakar di udara, sehingga dapat terbang selama yang dibutuhkan.
Air Force One dirancang untuk menghadapi skenario terburuk, termasuk serangan nuklir agar presiden tetap dapat memimpin dan mengendalikan kekuatan militer dari udara.
Tahun lalu, keluarga penguasa Qatar menghadiahkan sebuah pesawat jumbo Boeing 747-8 mewah kepada Trump untuk ditambahkan ke armada Air Force One, sebuah langkah yang menuai sorotan luas.
Pesawat tersebut saat ini sedang dimodifikasi agar memenuhi standar keamanan yang berlaku.
(rds)[Gambas:Video CNN]
