Macron Balas Ancaman Trump, Tegaskan Eropa Tak Tunduk ke Tukang Bully

CNN Indonesia
Rabu, 21 Jan 2026 14:30 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron membalas ancaman Presiden AS Donald Trump dengan menegaskan bahwa Eropa tidak akan tunduk pada perundungan, Selasa (20/1).
Presiden Prancis Emmanuel Macron balas ancaman Presiden Donald Trump (kanan) tidak akan tunduk pada tukang bully. (AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prancis Emmanuel Macron membalas ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan menegaskan bahwa Eropa tidak akan tunduk pada perundungan, Selasa (20/1).

"Kami lebih memilih rasa hormat daripada perundungan. Kami juga lebih memilih supremasi hukum dibanding kebrutalan," ujar Macron dalam Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, seperti dikutip Reuters.

Pernyataan itu disampaikan Macron setelah Trump mengancam akan memberlakukan tarif tinggi jika Eropa tidak mengizinkan AS mengambil alih Greenland.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Macron menegaskan Prancis dan Eropa tidak akan tunduk oleh pihak yang lebih kuat karena sikap itu bisa membuat Eropa kehilangan kemandirian.

Menurut Macron, Eropa akan terus membela kedaulatan wilayah dan supremasi hukum, meskipun dunia bergerak menuju kondisi tanpa aturan.

Ia menyebut Uni Eropa tidak menutup kemungkinan merespons tekanan itu melalui sanksi perdagangan tinggi.

Sikap Macron berbeda dengan sejumlah pemimpin Eropa lain yang memilih menjaga nada terukur demi mencegah eskalasi sengketa trans-Atlantik. Namun, Macron secara terbuka mengecam apa yang ia sebut sebagai tekanan politik dan ekonomi dari Washington.

"Akumulasi tarif baru tanpa henti oleh Washington bersifat tidak dapat diterima secara mendasar," kata Macron.

"Terlebih ketika digunakan sebagai alat tekanan terhadap kedaulatan wilayah," tambah dia.

Ketegangan meningkat setelah Trump sebelumnya mengancam tarif besar terhadap anggur dan sampanye Prancis.

Ia juga mengunggah pesan pribadi dari Macron, yang dinilai sebagai pelanggaran etika diplomatik.

Trump juga menyebut akan memberlakukan tarif mulai 1 Februari terhadap sejumlah sekutu Eropa, termasuk Prancis, hingga AS diizinkan memperoleh Greenland. Langkah itu dikecam sejumlah negara utama Uni Eropa sebagai bentuk pemerasan.

Menanggapi situasi itu, para pemimpin Uni Eropa dijadwalkan menggelar pertemuan darurat di Brussel pada Kamis malam untuk membahas langkah lanjutan.

Uni Eropa juga mempertimbangkan pemberlakuan tarif terhadap barang-barang AS senilai 93 miliar euro (sekitar Rp1.85kuadriliun) yang sebelumnya ditangguhkan.

Selain itu Uni Eropa menilai kemungkinan menggunakan Instrumen Anti-Paksaan atau "bazoka dagang".

Alat ini dapat membatasi akses AS ke tender publik dan perdagangan jasa, termasuk platform teknologi. Macron menyebut perkembangan situasi ini telah mencapai tingkat yang "gila".

(rnp/bac)


[Gambas:Video CNN]