Awal Mula dan Alasan Syifa Pilih Gabung Jadi Militer AS

CNN Indonesia
Jumat, 23 Jan 2026 07:45 WIB
Viral seorang WNI berhijab gabung dengan Army National Guard di Amerika Serikat, begini awal mula dan alasannya gabung tentara AS.
WNI Kezia Syifa viral usai gabung jadi tentara AS. Foto: Instagram/@bunda_kesidaa
Jakarta, CNN Indonesia --

Perempuan warga negara Indonesia (WNI) bernama Kezia Syifa mencuri perhatian publik setelah bergabung dengan Army National Guard di Maryland, Amerika Serikat.

Video soal Syifa jadi tentara AS viral dalam video yang diunggah akun Instagram @bunda_kesidaa, memperlihatkan momen keluarga melepas keberangkatan Syifa di salah satu bandara di AS.

Dalam tayangan tersebut, Syifa tampak mengenakan seragam cokelat bertuliskan "US Army" di bagian dada kiri, yang merujuk pada Angkatan Darat Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

CNNIndonesia.com kemudian mewawancarai ibunda Syifa, Safitri, untuk menggali alasan putrinya tertarik bergabung dengan Garda Nasional AS.

Saat ini, Syifa masih menjalani tahap pendidikan sebagai anggota Army National Guard.

Safitri menjelaskan ketertarikan Syifa berawal dari pengalaman pendidikannya selama menempuh sekolah di AS.

"Syifa tertarik bergabung dengan Army National Guard di Maryland itu karena Syifa telah bersekolah di Amerika sejak tahun 2023 dan lulus di tahun 2025. Setelah lulus sekolah, dia ingin melanjutkan pendidikan dan kariernya," kata Safitri, kepada CNNIndonesia.com pada Kamis (22/1).

"Dia ingin pendidikan yang bisa membuatnya mandiri dan bertanggung jawab pada diri sendiri serta ingin membanggakan orang tua. Dia berkeinginan untuk masuk ke dalam militer tentara di AS lebih tepatnya ikut Army National Guard di Maryland," tambah dia.

Terkait status kewarganegaraan, Safitri menyebut Syifa tengah menjalani proses perpindahan dari WNI menjadi warga negara AS setelah resmi lulus sebagai anggota Garda Nasional.

"Untuk saat ini, yang saya ketahui, masih proses pindah kewarganegaraan," ujarnya.

Ia menambahkan, keputusan itu telah dibahas bersama keluarga sejak awal. Syifa juga tidak mempermasalahkan pelepasan status WNI karena mengikuti ketentuan hukum yang berlaku di kedua negara.

"Di tahap pertama kami sudah berdiskusi semua sebagai keluarga tentang masalah ini," katanya.

"Syifa sendiri tidak ada masalah karena ia mengikuti hukum yang berlaku, baik di Indonesia maupun di AS. Jadi saat ini, Syifa tidak merasa berat atau kesulitan sama sekali," tambah dia.

Safitri mengakui keluarga sempat merasa khawatir dengan pilihan Syifa untuk bergabung dengan militer AS. Namun, kekhawatiran itu berkurang setelah mengetahui posisi yang dijalani putrinya berada di bidang administrasi dan logistik.

"Awalnya memang ada rasa kekhawatiran dan cemas, tapi setelah kita mencari informasi dari beberapa kalangan, dan yang kita ketahui tentang army di sini itu ternyata tidak dikhawatirkan seperti yang kita dibayangkan," ujar Safitri.

Selain itu, Safitri menyebut posisi yang dijalani Syifa nanti setelah menyelesaikan pelatihan militernya akan ditempatkan pada bagian awal ia mendaftar.

"Anak saya itu mendaftar untuk pekerjaan sebagai office atau di back office, jadi tidak terjun ke medan perang seperti itu," ujarnya.

(rnp/dna)