Tangan Trump Memar usai Pulang dari Davos, Ngaku gegara Terbentur Meja

CNN Indonesia
Jumat, 23 Jan 2026 09:25 WIB
Tangan Presiden AS Donald Trump terlihat memar usai hadiri WEF, sebut gara-gara terbentur meja
Penampakan tangan Presiden AS Donald Trump yang terlihat memar. Foto: REUTERS/Brian Snyder
Jakarta, CNN Indonesia --

Tangan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terlihat memar, usai menghadiri World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, pada Kamis (22/1). 

Perhatian publik pun mencuat setelah sejumlah foto yang memperlihatkan memar gelap di tangan kiri Trump. Foto-foto itu diambil usai ia menghadiri peluncuran inisiatif global "Board of Peace (BoP)" di sela helatan WEF.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Foto-foto yang diambil pada awal acara BoP serta sehari sebelumnya menunjukkan tidak adanya memar di tangan kiri Trump.

Saat ditanya para wartawan di pesawat Air Force One dalam perjalanan pulang ke AS, Trump mengeklaim memar itu karena tangannya terbentur meja.

"Saya terbentur meja," kata Trump kepada wartawan, seperti dikutip AFP.

"Saya akan bilang, minumlah aspirin jika Anda peduli dengan jantung Anda, tapi jangan minum aspirin jika Anda tidak ingin mengalami sedikit memar," tambah dia.

Sejak kembali menjabat tahun lalu, Trump beberapa kali terlihat mengalami memar di tangan dan kerap menutupinya dengan perban maupun riasan.

Gedung Putih menjelaskan kondisi itu berkaitan dengan kebiasaan berjabat tangan serta konsumsi aspirin untuk menjaga kesehatan jantung, yang diketahui dapat menyebabkan mudah memar.

Meski penjelasan Gedung Putih meredakan kekhawatiran publik, Trump, dengan memar di tangan, pembengkakan di kaki, serta beberapa momen ketika ia tampak tertidur saat acara publik, tetap menjadi perhatian tambahan.

Pemerintah AS sebelumnya mengungkapkan pembengkakan kaki itu disebabkan oleh insufisiensi vena kronis, kondisi umum yang dapat ditangani melalui pengobatan atau prosedur medis.

Kunjungan rumah sakit Trump yang tidak diumumkan tahun lalu menambah kecurigaan akan kerahasiaan seputar kesehatannya.

Beberapa pekan kemudian, dokter Trump mengatakan hasil pemeriksaan terakhir menunjukkan Trump berada dalam kondisi sangat "sangat baik".

(rnp/dna)