Hide Ads

6 Fakta Board of Peace ala Trump: dari Tujuan hingga Alasan RI Ikut

CNN Indonesia
Sabtu, 24 Jan 2026 07:40 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meluncurkan sebuah forum internasional baru bernama Board of Peace atau Dewan Perdamaian.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meluncurkan sebuah forum internasional baru bernama Board of Peace atau Dewan Perdamaian. (AFP/FABRICE COFFRINI)

3. Negara yang bergabung

Sejumlah negara telah menyatakan bergabung dengan Board of Peace. Di antaranya Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Mesir, Qatar, Bahrain, Pakistan, Turki, Hungaria, Maroko, Kosovo, Albania, Bulgaria, Argentina, Paraguay, Kazakhstan, Mongolia, Uzbekistan, Vietnam, dan Indonesia.

Israel juga disebut bergabung, meskipun Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tidak hadir langsung dalam seremoni peresmian. Armenia dan Azerbaijan turut menyepakati partisipasi, menyusul perjanjian damai yang dimediasi AS tahun lalu.

Pemimpin Belarus Alexander Lukashenko, yang dikenal sebagai sekutu Presiden Rusia Vladimir Putin, juga dilaporkan ikut serta. Trump bahkan mengklaim Putin setuju bergabung, meski belum dikonfirmasi resmi oleh Rusia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, upacara penandatanganan di Davos hanya dihadiri kurang dari 20 negara, mayoritas dari Timur Tengah, Asia, dan Amerika Selatan. Dari Eropa Barat, hanya Hungaria yang hadir.

4. Negara yang menolak atau ragu

Sejumlah negara Barat memilih tidak ikut bergabung. Inggris secara tegas menolak karena khawatir dengan keterlibatan Rusia.

"Kami tidak akan menjadi penandatangan karena ini menyangkut perjanjian hukum yang memunculkan isu jauh lebih luas," ucap Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper, seraya menambahkan keberatan atas keterlibatan Putin dalam forum perdamaian.

Prancis dan Norwegia juga menolak dengan alasan mempertanyakan hubungan Board of Peace dengan PBB. China mengonfirmasi menerima undangan, tetapi belum menyatakan sikap, dengan menegaskan komitmennya pada sistem internasional berbasis PBB.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menilai sulit berada dalam satu dewan dengan Rusia. Italia menyebut ada potensi masalah konstitusional, sementara Irlandia masih mempertimbangkan secara hati-hati.

5. Alasan Indonesia bergabung

Presiden Prabowo Subianto menghadiri langsung pengumuman pembentukan Board of Peace di Davos dan menandatangani komitmen keikutsertaan Indonesia. Kehadiran Prabowo menandai Indonesia resmi menjadi bagian dari forum tersebut.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan alasan utama Indonesia bergabung adalah demi percepatan perdamaian di Gaza.

"Yang penting kan tujuannya. Tujuannya adalah mempercepat proses perdamaian di Gaza," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan.

Kementerian Luar Negeri RI juga menyatakan Indonesia bersama negara-negara lain menyambut undangan Donald Trump untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian.

6. Kontroversi dan tantangan

Meski mengusung misi perdamaian, Board of Peace menuai kontroversi sejak awal. Peran Trump sebagai ketua tanpa batas waktu, biaya keanggotaan yang sangat tinggi, hingga potensi tumpang tindih dengan PBB menjadi sorotan tajam komunitas internasional.

Koordinator Bantuan Kemanusiaan PBB Tom Fletcher menegaskan Board of Peace tidak akan menggantikan peran PBB. Namun, banyak pihak menilai keberadaan forum ini bisa memecah fokus dan legitimasi diplomasi global.

Dengan daftar anggota yang masih terbatas dan sejumlah negara kunci menolak, efektivitas Board of Peace dalam meredakan konflik dunia masih akan diuji dalam waktu dekat.

(del/end)


[Gambas:Video CNN]

HALAMAN:
1 2