Daftar Negara Tolak Gabung Board of Peace Bentukan Trump
Norwegia
Menteri Luar Negeri Kristoffer Thoner mengatakan pemerintah Norwegia tak akan ambil bagian dalam Dewan Perdamaian.
Thoner menerangkan ada sejumlah pertanyaan yang mesti dibicarakan secara jelas terkait inisiatif Trump tersebut.
"Oleh karena itu, Norwegia tidak akan bergabung dengan pengaturan yang diusulkan untuk Dewan Perdamaian, dan karenanya tidak akan menghadiri upacara penandatanganan di Davos," kata Thoner pada Rabu (21/1), seperti dikutip Euronews.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dewan Perdamaian awalnya dibentuk untuk mengawasi pembangunan kembali Gaza. Namun, isi piagamnya justru berbeda karena ruang lingkup perannya tampak tidak terbatas pada wilayah Palestina saja.
"Bagi Norwegia, penting bagaimana proposal ini dikaitkan dengan struktur yang sudah mapan seperti PBB, dan dengan komitmen internasional kami," tambah Thoner.
Swedia
Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson juga menegaskan tak akan gabung dengan Dewan Perdamaian. Sama seperti Norwegia, Swedia tampaknya terusik dengan isi piagam Dewan Perdamaian yang keluar jalur dari amanat Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803.
"Dengan isi teks saat ini, Swedia tidak akan menandatanganinya," kata Kristersson pada Rabu (21/1), seperti dikutip Sveriges Radio.
Slovenia
Perdana Menteri Robert Golob pada Rabu (21/1) turut menyatakan ogah bergabung Dewan Perdamaian Trump.
Golob menggemakan kekhawatiran banyak negara mengenai peran Dewan Perdamaian yang terlampau luas dan berpotensi merusak tatanan internasional.
"Kekhawatiran utama kami adalah mandat komite ini terlalu luas dan dapat merusak tatanan internasional yang didasarkan pada Piagam PBB," kata Golob, seperti dikutip portal berita N1.
Yunani
Perdana Menteri Kyriakos Mitsotakis juga menolak inisiatif Trump ini. Mitsotakis menyatakan Dewan Perdamaian tidak sesuai mandat DK PBB sehingga tak sejalan dengan prinsip Yunani.
"Konsensusnya adalah apa yang telah diumumkan Donald Trump jauh melampaui mandat Dewan Keamanan PBB," katanya, seperti dikutip Euronews.
Ukraina
Presiden Volodymyr Zelensky sejauh ini mengindikasikan enggan gabung dengan Dewan Perdamaian. Sebab, Zelensky ogah jika harus berada dalam satu badan dengan Putin.
"Masih sangat sulit bagi saya membayangkan kami berada dalam dewan yang sama," kata Zelensky.
Kanada
Perdana Menteri Mark Carney awalnya sudah setuju ikut Dewan Perdamaian. Namun, partisipasinya mendadak dibatalkan oleh Trump gegara kritikan Carney terhadap Trump dalam pidatonya di World Economic Forum.
Carney saat itu menyerukan para pemimpin negara kecil untuk bersatu melawan doktrin America First milik Trump dan mengecam "otoritarianisme dan pengucilan" yang tampaknya juga merujuk pada Trump.
Melalui akun Truth Social pada Kamis (22/1), Trump mengumumkan pembatalan undangan partisipasi untuk Carney. Meski tak menjelaskan alasannya, sudah jadi rahasia umum bahwa Trump marah karena dikritik sang PM.
Selain negara yang menolak, ada pula negara-negara yang telah menerima undangan namun belum memberikan tanggapan. Negara-negara itu, yakni China, Kroasia, Siprus, India, Rusia, Singapura, serta Uni Eropa.
(isa/bac)[Gambas:Video CNN]

