IRGC Ancam Negara yang Fasilitasi Serang Iran: Kalian Termasuk Musuh

CNN Indonesia
Rabu, 28 Jan 2026 13:01 WIB
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). (STRINGER / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mendesak negara-negara Timur Tengah (Timteng) untuk tidak terlibat konflik dengan Iran.

Pernyataan itu disampaikan IRGC di tengah ancaman serangan dari Amerika Serikat terhadap Iran.

Wakil bidang politik pasukan Angkatan Laut IRGC, Mohammad Akbarzadeh, mengatakan negara Timteng yang mengizinkan tanah, udara, atau perairannya dipakai menyerang Iran akan dianggap musuh oleh Teheran.

"Negara-negara tetangga adalah teman kami. Tapi jika tanah, wilayah udara, atau perairan mereka digunakan untuk menyerang Iran, kami akan menganggap mereka musuh," kata Akbarzadeh pada Selasa (27/1), seperti dikutip kantor berita Iran Fars.

Akbarzadeh bicara demikian di tengah kekhawatiran meletusnya perang baru antara Amerika Serikat (AS)-Israel vs Iran. AS telah mengindikasikan tengah mempertimbangkan serangan terhadap Iran sebagai respons atas tindakan keras Teheran terhadap pedemo.

Iran diguncang demo besar sejak 28 Desember buntut krisis ekonomi. Demo yang berubah jadi tuntutan perubahan rezim itu telah menewaskan lebih dari 3.000 orang, menurut perhitungan pemerintah.

Dilansir dari AFP, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MbS) telah berjanji kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian tak akan membiarkan wilayah udara maupun teritorinya dipakai untuk menyerang Iran.

Pezeshkian pada Selasa (27/1) menelepon MbS untuk mewanti-wanti ancaman AS terhadap Iran, yang menurutnya ditujukan untuk mengganggu stabilitas Timur Tengah.

Pada Senin (26/1), kelompok tempur USS Abraham Lincoln dikabarkan telah tiba di Timur Tengah. Kapal-kapal perang itu dikerahkan Presiden AS Donald Trump "untuk berjaga-jaga" atas situasi panas di Teheran.

Akbarzadeh menegaskan Iran sebetulnya tidak menginginkan peperangan. Namun, Teheran "sepenuhnya siap" membela diri apabila diserang, dikutip dari Al Arabiya.

Iran per Selasa menggelar latihan perang di wilayah udara Selat Hormuz seiring dengan ketegangan yang kian memanas. Latihan militer itu dilakukan hingga 29 Januari.

AS sementara itu juga berencana menggelar latihan Angkatan Udara besar-besaran di Timur Tengah. Namun, tidak diketahui kapan, berapa lama, dan di mana latihan tempur tersebut digelar.

(blq/bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK