Hide Ads

Siapa yang Bela Iran Jika Diserang AS?

CNN Indonesia
Jumat, 30 Jan 2026 06:40 WIB
Hizbullah hingga Houthi siap angkat senjata bela Iran jika diserang Amerika Serikat.
Hizbullah hingg Houthi siap bela Iran jika diserang Amerika Serikat. Foto: REUTERS/Khaled Abdullah
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat sudah menyiapkan armada kapal induk di Timur Tengah guna menyerang Iran. jika negosiasi program nuklir mereka mandek.

Dalam unggahan di Truth Social pada Rabu (28/1), Presiden AS Donald Trump menyebut Iran tak punya banyak waktu, jika tak mau bernasib sama seperti Venezuela.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Waktu hampir habis, ini benar-benar sangat penting! Seperti yang pernah saya katakan kepada Iran sebelumnya, BUAT KESEPAKATAN!" imbuh dia.

Iran tak gentar dengan ancaman Trump. Mereka bahkan enggan ke meja perundingan jika negosiasi berlangsung di bawah ancaman.

Iran juga siap kalau AS menyerang. Lalu, siapa yang kemungkinan akan membela negara Timur Tengah ini?

Hizbullah

Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, menegaskan tidak akan bersikap netral jika Iran diserang.

Hizbullah disebut-sebut sebagai proksi Iran dan mendapat dukungan hingga persenjataan dari negara tersebut.

Media yang berafiliasi dengan Hizbullah, Al Manar, melaporkan setiap ancaman terhadap pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei sama saja ancaman terhadap kelompok itu.

Houthi

Milisi penguasa Yaman, Houthi, juga mendeklarasikan siap melanjutkan serangan terhadap setiap kapal-kapal terutama armada AS yang berlayar di Laut Merah.

Awal pekan ini, Houthi mengancam serangan baru terhadap kapal-kapal yang melintas di koridor Laut Merah, usai kedatangan kapal induk AS di Timur Tengah.

"Kami menegaskan kepada musuh bahwa perang melawan [Iran] tidak akan mudah," kata pemimpin Houthi, Abu Hussein al-Hamidawi.

Kataib Hizbullah

Kataib Hizbullah (KH) di Irak juga menyatakan setiap serangan yang menargetkan Iran akan memicu "perang total" di kawasan Timur Tengah.

Kataeb Hezbollah di Irak menyerukan kepada para pendukung dan sekutu "poros perlawanan" untuk bersiap menghadapi konflik besar demi membela Iran.

(isa/dna)