Norwegia Tahan WNI Imbas Kecelakaan Maut Tewaskan 2 Orang di Hardstad
Kementerian Luar Negeri RI menuturkan satu orang warga Indonesia (WNI) ditahan pihak berwenang Norwegia menyusul kecelakaan mobil di daerah Hardstad, sekitar 1.500 kilometer dari Ibu Kota Oslo pada Selasa (27/1).
Plt Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Kemlu RI Heni Hamidah menuturkan WNI yang ditahan merupakan pengemudi mobil yang terlibat kecelakaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"1 WNI yang menjadi pengemudi saat ini berada dalam tahanan Kepolisian dan yang bersangkutan telah mendapatkan pendampingan pengacara," kata Heni melalui pernyataan tertulis ketika dikonfirmasi pada Jumat (30/1).
Kecelakaan melibatkan empat WNI yang tengah melakukan wisata di wilayah utara Norwegia.
Kecelakaan terjadi saat mereka tengah melakukan perjalanan darat dengan mobil sewaan menuju wilayah Lofoten dari Tromso.
Heni menuturkan mobil yang dikendarai WNI tersebut mengalami selip dan berpindah jalur, sehingga bertabrakan dengan sebuah mobil yang dikendarai warga Norwegia dari arah yg berlawanan.
Insiden itu pun mengakibatkan dua orang warga Norwegia meninggal dunia dan satu orang lainnya dalam keadaan kritis di RS.
Heni menuturkan KBRI di Oslo telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat yang saat ini masih melakukan investigasi.
"Adapun kondisi tiga WNI lainnya dalam keadaan selamat, di mana dua orang di antaranya telah keluar dari RS dan satu orang diperkirakan akan keluar dari RS hari ini," ujar Heni.
Melansir situs Harstad Tidende, kepala penanganan kecelakaan Lars-Erik Markussen Solheim mengonfirmasi tabrakan maut itu terjadi di jalan E10, wilayah Tjeldsund, Norwegia.
Kedua korban tewas merupakan perempuan berusia 70-an tahun yang tinggal di wilayah Harstad.
Wali Kota Harstad, Else Marie Stenhaug, menyebut peristiwa ini sebagai sebuah tragedi. Ia mengatakan pemerintah kota telah menyiagakan tim krisis psikososial untuk memberikan pendampingan.
"Sangat tragis ketika kita mengalami kecelakaan lalu lintas dengan korban jiwa. Sekarang kami akan melakukan yang terbaik untuk merawat kerabat dan keluarga serta orang lain yang terkena dampak," kata Stenhaug.
(rds)[Gambas:Video CNN]

