Hide Ads

Iran Siap Berdialog dengan AS, Tapi Tidak Mau Didikte

CNN Indonesia
Sabtu, 31 Jan 2026 22:00 WIB
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghci mengatakan, pihaknya siap berdialog dengan AS. Dengan syarat, AS tidak boleh mendikte Iran.
Ilustrasi. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghci mengatakan, pihaknya siap berdialog dengan AS. (iStock/Rainer Puster)
Jakarta, CNN Indonesia --

Iran siap berdialog terkait nuklir dengan Amerika Serikat (AS) di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghci pada Jumat (30/1). Meski siap untuk terbuka, lanjut dia, ia tetap berharap AS tidak mendikte Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami tidak akan menerima dikte atau paksaan. Namun demikian, Iran siap berpartisipasi dalam proses diplomatik apa pun yang adil," ujar Araghci, melansir CNN.

Kendati demikian, belum jelas kapan pembicaraan tersebut akan dilaksanakan. Araghci sendiri mengaku hingga saat ini belum ada rencana pertemuan dengan AS.

"Persiapan awal yang diperlukan harus ditetapkan terlebih dahulu, mengenai format, tempat, dan agenda diskusi," ujarnya.

Pernyataan itu datang menyusul ancaman baru yang dikeluarkan oleh Presiden AS Donald Trump. Ia mendesak Iran untuk menandatangani 'kesepakatan nuklir yang adil' atau menghadapi potensi serangan dari militer AS.

Pada Kamis (29/1), Trump mengaku telah berbicara dengan para pemimpin Iran dan berencana untuk berdiskusi lebih lanjut.

"Saya sudah dan berencana untuk melakukannya [diskusi]," kata Trump.

"Kami [AS] memiliki banyak kapal yang sangat besar dan sangat kuat yang berlayar ke Iran saat ini, dan akan lebih baik jika kami tidak perlu menggunakannya," tambah dia.

Hanya saja, tidak jelas siapa pemimpin Iran yang dimaksud berbicara dengan Trump. Yang jelas, dalam pembicaraan itu, Trump hanya menyampaikan dua pesan.

"Pertama, jangan ada senjata nuklir. Dan kedua, hentikan pembunuhan terhadap para demonstran," ujarnya.

Seiring dengan meningkatnya ketegangan antara keduanya, AS dan Iran mengumumkan rencana untuk melakukan latihan militer di wilayah tersebut.

Pasukan militer udara AS akan melakukan latihan selama beberapa hari di Timur Tengah. Latihan bertujuan untuk mempertajam kemampuan Angkatan Udara AS dalam mengerahkan personel dan pesawat terbang dengan cepat.

Demikian pula, Iran mengumumkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) akan melakukan latihan tembak langsung pekan depan di Selat Hormuz.

(asr)


[Gambas:Video CNN]