Israel Terus Bunuh Warga Gaza & Langgar Gencatan Senjata, Hamas Geram

CNN Indonesia
Senin, 02 Feb 2026 00:30 WIB
Ilustrasi para pejuang Palestina, Hamas. (REUTERS/Ramadan Abed)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kelompok pejuang Palestina, Hamas, memberikan peringatan keras kepada Israel terkait rentetan pelanggaran kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza. Hamas menegaskan bahwa tindakan militer Israel yang terus berlanjut akan memicu konsekuensi serius.

Khalil al-Hayya, anggota Biro Politik sekaligus pemimpin Hamas di Jalur Gaza, menyatakan telah menjalin komunikasi dengan para mediator dan pihak internasional setelah tentara Israel membunuh 37 warga Palestina dalam 24 jam terakhir.

Al-Hayya mengecam serangan harian Israel yang disebutnya sebagai "kejahatan dan pembantaian" dengan dalih palsu. Ia menekankan bahwa komitmen Hamas terhadap gencatan senjata sangat bergantung pada kemampuan dunia internasional untuk memaksa Israel memenuhi kewajibannya.

Seperti dilansir Anadolu, Hamas juga menuding Israel sengaja menghambat penyelesaian krisis warga Palestina yang terjebak di dalam terowongan di wilayah Rafah, Gaza Selatan.

Pasca-gencatan senjata 10 Oktober 2025, banyak warga terdampar di Rafah. Israel menolak izin keluar bagi mereka dengan klaim bahwa sebagian dari mereka adalah anggota Brigade Al-Qassam.

Meski Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan dimulainya fase kedua dari rencana damai 20 poin pada pertengahan Januari 2026, isu krusial seperti warga yang terjebak di terowongan tetap buntu.

Komite Tindak Lanjut Pasukan Nasional dan Islam Palestina melaporkan bahwa serangan Israel justru meningkat tajam sejak pembentukan Komite Nasional Administrasi Jalur Gaza pada 17 Januari lalu.

Berdasarkan data komite tersebut, serangan Negeri Zionis menyebabkan 71 warga Gaza tewas dan 140 lainnya luka-luka (mayoritas luka serius) dalam periode 17-31 Januari 2026.

Tercatat 96 serangan dilancarkan Israel, termasuk 61 serangan langsung ke warga sipil dan penghancuran 17 rumah.

Puncak serangan Israel di Gaza terjadi pada Jumat (30/1) dini hari waktu setempat, yang menargetkan bangunan tempat tinggal, pos polisi, dan tempat pengungsian, menewaskan banyak wanita dan anak-anak.

Hamas dan kelompok perlawanan lainnya menilai eskalasi ini merupakan upaya nyata Israel untuk merusak upaya konsolidasi perdamaian. Mereka mendesak Amerika Serikat, para mediator, dan komunitas internasional untuk segera menekan Israel guna menghentikan serangan.

Pihak Palestina memperingatkan bahwa jika agresi terus berlanjut, seluruh upaya menuju fase kedua gencatan senjata akan terhambat sepenuhnya.

(wiw)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK