China Kutuk Pembunuhan Bos Keamanan Iran Ali Larijani oleh Israel

afp | CNN Indonesia
Jumat, 20 Mar 2026 01:00 WIB
China mengutuk pembunuhan Ali Larijani oleh serangan udara Israel dan menilai situasi tersebut "tidak dapat diterima."
China mengutuk pembunuhan Ali Larijani oleh serangan udara Israel dan menilai situasi tersebut "tidak dapat diterima." (istockphoto/ Rawpixel)
Jakarta, CNN Indonesia --

China pada Kamis (19/3) turut bersuara mengenai kepala keamanan nasional Iran Ali Larijani. Mereka mengutuk pembunuhan Ali Larijani oleh serangan udara Israel dan menilai situasi tersebut "tidak dapat diterima."

Beijing selama ini dikenal sebagai mitra Iran, tetapi juga mengkritik serangan Teheran terhadap negara-negara Teluk yang menampung pangkalan militer AS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Larijani adalah tokoh Iran paling terkemuka yang tewas sejak Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan tokoh-tokoh senior lainnya dibunuh selama gelombang serangan AS dan Israel, saat perang dimulai pada 28 Februari.

"Kami selalu menentang penggunaan kekerasan dalam hubungan internasional," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, dalam konferensi pers seperti diberitakan AFP pada Kamis (19/3).

"Tindakan membunuh para pemimpin negara Iran dan menyerang target sipil bahkan lebih tidak dapat diterima."

"China mendesak pihak-pihak terkait untuk segera menghentikan operasi militer dan mencegah situasi regional menjadi tidak terkendali," tutur Lin.

[Gambas:Video CNN]

Beijing telah berupaya menengahi perang tersebut, dengan utusan khusus mereka untuk Timur Tengah, Zhai Jun, melakukan perjalanan ke seluruh wilayah sepanjang Maret 2026 untuk bertemu para pejabat tinggi.

Perjalanannya termasuk singgah di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, dan Mesir.

Zhai menekankan selama kunjungannya bahwa "target non-militer tidak boleh diserang, dan keamanan jalur pelayaran tidak boleh diganggu," menurut juru bicara Lin.

Lin mengungkapkan perjalanan utusan tersebut merupakan salah satu bagian dari upaya diplomatik intensif Tiongkok di Timur Tengah.

"upaya mediasi diplomatik Beijing tidak akan berhenti selama konflik berlanjut," ia menambahkan.

Kementerian Luar Negeri China mengatakan pekan ini bahwa Beijing akan memberikan bantuan kemanusiaan kepada Iran, Lebanon, Yordania, dan Irak.

(chri) Add as a preferred
source on Google