Elon Musk Bela Diri Usai Namanya Disebut dalam Dokumen Jeffrey Epstein

CNN Indonesia
Minggu, 01 Feb 2026 17:30 WIB
CEO Tesla, Elon Musk, namanya disebut dalam dokumen hukum terbaru terkait Jeffrey Epstein. (AFP/KEVIN LAMARQUE)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah dokumen hukum terbaru terkait pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein diungkap oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) dan menyeret sejumlah sosok ternama, salah satunya Elon Musk, miliarder sekaligus CEO Tesla dan pemilik media sosial X (dulu Twitter).

Serangkaian surat elektronik (email) mengungkap bahwa Musk pernah menanyakan kapan "pesta paling gila" (wildest party) akan digelar di pulau pribadi milik Epstein.

Meski Musk tidak dituduh melakukan kesalahan apa pun dalam kasus ini, dokumen tersebut menunjukkan komunikasi yang lebih intens daripada yang pernah diakui Musk sebelumnya.

Dalam email bertanggal November 2012, Musk dan Epstein tampak merencanakan sebuah perjalanan. Musk secara spesifik bertanya kepada Epstein: "Hari atau malam apa yang akan menjadi pesta paling gila di pulaumu?"

Epstein kemudian menanyakan berapa banyak orang yang harus diangkut menggunakan helikopter menuju pulau tersebut. Musk menjawab bahwa ia hanya akan datang bersama istrinya saat itu, Talulah Riley.

Email lainnya tertanggal Natal 2012 menunjukkan Musk yang merasa butuh hiburan setelah bekerja keras sepanjang tahun.

"Saya telah bekerja hingga di ambang batas kewarasan tahun ini. Jadi, setelah anak-anak pulang usai Natal, saya benar-benar ingin mengunjungi pusat pesta di St. Barts atau tempat lain dan bersenang-senang," tulis Musk di akun media sosial X, seperti dilansir Forbes.

Ia bahkan menekankan bahwa "pengalaman pulau yang damai" justru adalah hal yang paling tidak ia inginkan saat itu.

Dokumen lain dari akhir tahun 2013 menunjukkan keduanya masih mendiskusikan rencana kunjungan ke pulau tersebut sembari mengatur logistik dan tanggal.

Namun, hingga saat ini tidak ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa Musk benar-benar pernah menginjakkan kaki di pulau milik Epstein tersebut.

Melalui unggahan di platform X pada Sabtu (31/1) lalu, Elon Musk menyatakan bahwa dirinya menyadari korespondensi email tersebut dapat disalahartikan dan digunakan oleh pihak lain untuk mencoreng namanya.

"Saya tidak peduli dengan hal itu (pencemaran nama baik). Namun, yang saya pedulikan adalah setidaknya kita berupaya untuk menuntut mereka yang melakukan kejahatan serius bersama Epstein, terutama terkait eksploitasi keji terhadap gadis-gadis di bawah umur," tegas Musk.

(wiw)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK