Deret Tokoh di File Terbaru Epstein: Putri Norwegia Sampai Minta Maaf

CNN Indonesia
Senin, 02 Feb 2026 09:10 WIB
Sederet tokoh disebut-sebut dalam jutaan dokumen kasus predator seksual Jeffrey Epstein yang baru diungkap Kementerian Kehakiman Amerika Serikat, Jumat (30/1).
Foto Donald Trump bersama Jeffrey Epstein. (Foto: CNN)

Donald Trump

Nama Trump sebetulnya sudah berulang kali muncul, sejak pertama dokumen itu dirilis yakni pada tahun lalu.

Dokumen baru tersebut berisi daftar tuduhan terhadap Trump yang dikumpulkan pejabat Biro Investigasi Federal (FBI) tahun lalu, tetapi belum terverifikasi.

Selain itu, ada pula catatan FBI terkait perempuan yang menuduh Trump memperkosanya ketika dia berusia 13 tahun, dan wawancara FBI dengan salah satu korban Epstein yang menyatakan kaki tangan Epstein, Ghislane Maxwell, pernah "memperkenalkan dia" ke Trump di sebuah pesta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini, sulit mengungkap sepenuhnya cakupan isi jutaan dokumen itu karena skala rilisnya yang sangat besar.

Selain itu, tuduhan terhadap Trump dibantah Gedung Putih dan tak ada satupun yang dianggap kredibel oleh FBI.

Trump juga tak ambil pusing soal tuduhan tersebut.

"Saya sendiri tidak melihatnya, tetapi saya diberitahu beberapa orang yang sangat penting bahwa hal itu tidak hanya membebaskan saya, tetapi juga kebalikan dari apa yang diharapkan orang-orang," kata Trump pada Sabtu, demikian dikutip CNN.

Menteri Perdagangan AS

Lebih lanjut, arsip Epstein juga menunjukkan hubungan yang bersangkutan dengan Howard Lutnick, pengusaha yang saat ini menjabat sebagai Menteri Perdagangan di kabinet Trump.

Dalam sebuah email, keduanya tercatat pernah membuat rencana makan siang di pulau Karibia milik Epstein pada Desember 2012.

"Kami sedang menuju ke arah Anda dari St. Thomas," tulis istri Lutnick kepada sekretaris Epstein.

Elon Musk

Jutaan halaman dokumen itu juga menyeret nama Elon Musk.

Pada November 2012, Epstein mengirim email kepada sang miliarder, menanyakan, "berapa banyak orang yang Anda butuhkan selama perjalanan helikopter ke pulau?"

"Mungkin hanya Talulah dan saya. Hari/malam apa yang bakal jadi pesta paling liar di pulau Anda?" balas Elon Musk.

Eks PM Israel Ehud Barak

Mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak dan istrinya Nili Priel juga dilaporkan dalam dokumen sempat berkomunikasi dengan Epstein.

Barak mengatakan menjalin komunikasi dengan Epstein pada 2003 dan terus berkomunikasi hingga terdaftar sebagai pelaku kejahatan.

Sementara itu, dalam dokumen terlihat Priel mengirim email ke Epstein pada Mei 2017. Dia memberi tahu bahwa dirinya dan Ehut akan meninggalkan apartemen sementara waktu saat bepergian ke Universitas Harvard.

[Gambas:Video CNN]

Priel meminta apartemen tetap harus bersih selama mereka tak ada di sana.

Epstein meneruskan permintaan tersebut ke orang lain, yang mengkonfirmasi bahwa dia akan menanganinya keesokan harinya.

Email lain yang dirilis menunjukkan asisten Epstein, Lesley Groff, mengoordinasikan pengaturan praktis terkait apartemen tersebut, termasuk mengganti dekoder kabel dengan sistem Apple TV.

Surat-menyurat tersebut juga menunjukkan adanya komunikasi rutin antara Epstein, Groff, dan Priel mengenai rencana perjalanan keluarga Barak ke New York dan pertemuan-pertemuan yang melibatkan Epstein, demikian dikutip Anadolu Agency.

Miliarder Inggris Richard Branson

Miliarder Inggris Richard Branson juga terseret dalam berkas Epstein.

Dokumen-dokumen itu menunjukkan Branson punya hubungan baik dengan Epstein, salah satunya terlihat dalam email pada 11 September 2013.

Dalam surat elektronik tersebut, Branson menulis kepada Epstein: "Senang sekali bertemu dengan Anda kemarin. Anak-anak di Watersports terus membicarakannya! Kapan pun Anda berada di sini, saya harap kita bisa bertemu. Asal Anda bawa harem!"

Eks Pangeran Andrew Windsor

Mantan pangeran Inggris, Andrew Mountbatten-Windsor, juga tercatat pernah bersurat dengan Epstein.

Epstein menghubungi Andrew untuk bertanya: "Jam berapa Anda ingin saya ... kita juga butuh ... waktu pribadi."

Andrew lalu menjawab: "Kita bisa makan malam di Istana Buckingham dan menikmati banyak privasi."

(isa/rds)


[Gambas:Video CNN]

HALAMAN:
1 2