Trump: Kuba Negara yang Mau Runtuh

CNN Indonesia
Senin, 02 Feb 2026 16:05 WIB
Presiden AS Donald Trump menganggap Kuba negara yang mau runtuh. (AFP/FABRICE COFFRINI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut Kuba sebagai "negara yang menuju keruntuhan" di tengah Washington bernegosiasi dengan pemimpin Havana untuk mencapai sebuah kesepakatan, pada Minggu (1/2).

"Kuba adalah negara yang gagal. Sudah lama, tetapi sekarang negara itu tidak lagi mendapat sokongan dari Venezuela," ujar Trump kepada wartawan di Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida, seperti dikutip Alarabiya.

"Karena itu kami berbicara dengan pihak Kuba, dengan para pemimpin tertinggi Kuba, untuk melihat apa yang akan terjadi, " tambah dia.

Trump juga menegaskan akan melakukan kesepakatan dengan Kuba, tetapi ia tidak memberikan penjelasan lebih terkait kesepakatan itu.

Sejak penggulingan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro oleh AS pada 3 Januari, pemerintahan kedua Trump meningkatkan tekanan terhadap Kuba, yang bergantung pada Venezuela sebagai pemasok minyak penting.

Trump memperingatkan Havana agar segera membuat kesepakatan atau menghadapi konsekuensi yang tidak dirinci.

"TIDAK ADA LAGI MINYAK ATAU UANG UNTUK KUBA: NOL!" ujar Trump sebelumnya, sambil mengeklaim Kuba "siap runtuh."

[Gambas:Video CNN]

Pada Kamis lalu, Trump menandatangani perintah eksekutif yang membuka kemungkinan penerapan tarif tambahan terhadap sejumlah negara yang mengekspor minyak ke Kuba.

Keesokan harinya, tampak warga Kuba sedang mengantre panjang di sejumlah SPBU di Havana, akibat dari kemungkinan kebijakan tersebut.

Seorang kuasa usaha AS untuk Kuba sejak 2024, Mike Hammer, mengatakan saat kunjungan ke Provinsi Trinidad akhir pekan ini, ia mendapat respons teriakan hinaan dari beberapa warga.

"Saya pikir mereka berasal dari partai tertentu, tetapi saya tahu mereka tidak mewakili rakyat Kuba, warga Kuba pada umumnya," kata Hammer dalam sebuah video di X, merujuk pada Partai Komunis Kuba.

Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS melalui Biro Urusan Belahan Barat juga mengecam tindakan pemerintah Kuba.

'Rezim Kuba yang tidak sah harus segera menghentikan tindakan represifnya dengan mengirim individu untuk mengganggu pekerjaan diplomatik CDA Hammer dan anggota tim @USembcuba," demikian pernyataan lembaga itu yang diunggah di X.

"Para diplomat kami akan terus bertemu dengan rakyat Kuba meskipun rezim itu gagal melakukan intimidasi," tambah pernyataan itu.

Trump dan Menteri Luar Negeri AS Macro Rubio secara terbuka menyatakan keinginan mereka untuk mendorong perubahan pemerintahan di Kuba.

Sementara itu, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum, mengatakan pemerintahannya tengah menyiapkan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Kuba.

Pengiriman bantuan itu termasuk bahan pangan dan mencari jalan diplomatik agar pengiriman minyak tetap berlanjut meski ada ancaman tarif dari AS.

Sheinbaum saat berbicara dengan Trump melalui telepon pada Kamis lalu, menegaskan tidak membahas isu pengiriman minyak ke Kuba.

"Kami tidak pernah membahas isu minyak dengan Kuba bersama Presiden Trump," ujarnya.

Di sisi lain, pemerintahan Kuba menuding Trump berupaya menekan ekonomi nasional, di tengah kondisi pemadaman listrik yang semakin sering dan antrean BBM yang kian panjang.

(rnp/bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK