China Kembali Eksekusi Mati 4 Pelaku Sindikat Online Scam Myanmar

CNN Indonesia
Senin, 02 Feb 2026 16:39 WIB
Ilustrasi. China kembali eksekusi mati empat orang pelaku online scam Myanmar. (Istockphoto/Fergregory)
Jakarta, CNN Indonesia --

China kembali mengeksekusi mati empat anggota sindikat penipuan online yang berbasis di Myanmar pada Senin (2/1).

Pengadilan Rakyat Menengah Shenzhen dalam pernyataan resminya mengatakan empat orang yang dieksekusi, terkait dengan kelompok kriminal keluarga Bai.

"Kejahatan mereka termasuk penipuan, pembunuhan berencana, penganiayaan berencana, penculikan, pemerasan, dan pemaksaan prostitusi," demikian pernyataan pengadilan tersebut, dikutip AFP.

Pengadilan menyebut salah satu anggotanya, Bai Yincang, juga bersekongkol untuk menjual dan memproduksi sekitar 11 ton metamfetamin.

Menurut pengadilan, sindikat scam tersebut beroperasi di lokasi-lokasi penipuan di wilayah Kokang, Myanmar utara. Mereka juga disebut menyebabkan kematian enam warga China dan melukai banyak orang lainnya.

Sementara itu orang kelima yang juga dijatuhi hukuman mati, Bai Suocheng, telah meninggal dunia karena sakit setelah putusan yang dijatuhkan pada November lalu. Dia diduga merupakan pemimpin kelompok tersebut.

"Selama beberapa waktu terakhir, China telah aktif bekerja sama dengan Myanmar dan negara-negara lain untuk mengatasi penipuan telekomunikasi," ungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian.

"Beijing akan mengintensifkan upaya untuk memerangi sindikat tersebut," imbuhnya.

Sebelumnya pada Kamis (29/1), China mengeksekusi mati 11 pelaku penipuan daring yang berpusat di Myanmar.

Menurut kantor berita Xinhua, 11 orang itu dijatuhi hukuman mati pada September lalu setelah dinyatakan bersalah atas kejahatan termasuk pembunuhan, penahanan ilegal, dan penipuan.

Menurut siaran televisi pemerintah China, CCTV, kelompok ini mempekerjakan sekitar 10.000 orang untuk menjalankan penipuan dan kejahatan lain.

Ibu kota Kokang, Laukkaing, menjadi pusat industri penipuan bernilai miliaran dolar di wilayah yang sulit dijangkau hukum.

Di Myanmar, kompleks penipuan aman dari hukum karena korupsi dan kelemahan sistem. Sindikat serta kelompok bersenjata memanfaatkan situasi ini untuk memperluas bisnis, terutama selama hampir lima tahun perang saudara di perbatasan.

[Gambas:Video CNN]

(dna/bac)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK