Anak Putri Mahkota Norwegia Ditangkap Polisi
Anak Putri Mahkota Norwegia, Marius Borg Hoiby, ditangkap polisi dan didakwa atas puluhan pidana serius pada Agustus lalu. Perkaranya kini disidangkan di Pengadilan Distrik Oslo.
Surat dakwaan tersebut terdiri atas 38 tuduhan termasuk pemerkosaan, kekerasan terhadap pasangan, kepemilikan 3,5 kilogram ganja, serta dakwaan tambahan ancaman pembunuhan dan pelanggaran lalu lintas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir situs NBC, dakwaan itu berpusat pada empat dugaan pemerkosaan yang terjadi antara 2018 hingga November 2024.
Selain itu, terdapat dugaan kekerasan dan ancaman terhadap seorang mantan pasangan Hoiby pada periode musim panas 2022 hingga musim gugur 2023, serta dua dugaan kekerasan terhadap pasangan lainnya.
Jaksa menyebut pria berusia 29 tahun itu terancam hukuman penjara hingga 10 tahun apabila terbukti bersalah dalam persidangan yang diperkirakan berlangsung hingga pertengahan Maret. Namun, pengacara pembela Petar Sekulic menyatakan kliennya membantah seluruh tuduhan tersebut.
"Klien kami membantah seluruh tuduhan pelecehan seksual, serta sebagian besar tuduhan kekerasan," ujarnya.
Ia menambahkan, Hoiby akan memaparkan secara rinci versinya mengenai peristiwa itu di hadapan pengadilan.
Hoiby adalah putra Putri Mahkota Mette-Marit dari hubungan sebelumnya dan anak tiri pewaris takhta Norwegia, Putra Mahkota Haakon. Ia tidak memiliki gelar kerajaan dan tetap tidak ditahan meski beberapa kali ditangkap sepanjang 2024 terkait dugaan pelanggaran hukum.
Pada Rabu (28/1) lalu, Haakon mengatakan dirinya dan Mette-Marit tidak berencana hadir di ruang sidang, serta pihak istana tidak akan berkomentar selama proses hukum berjalan.
Ia menegaskan bahwa Hoiby bukan bagian dari keluarga kerajaan dan, sebagai warga negara Norwegia, memiliki kewajiban serta hak yang sama dengan warga lain.
Haakon menyatakan bahwa semua pihak terkait akan memastikan persidangan berlangsung tertib, layak, dan adil.
Menjelang persidangan, publikasi terbaru dokumen terkait kasus Jeffrey Epstein pada Jumat lalu turut memberi sorotan negatif terhadap Mette-Marit.
Lihat Juga : |
Menurut media Norwegia, dokumen itu memuat ratusan penyebutan nama putri mahkota, yang pada 2019 telah menyatakan penyesalannya atas kontak dengan Epstein.
Dokumen yang baru dirilis, termasuk pertukaran email dengan Epstein, mengungkap bahwa Mette-Marit pernah meminjam properti milik Epstein di Palm Beach, Florida, selama beberapa hari pada awal 2013.
Pihak istana mengonfirmasi peminjaman itu dilakukan melalui seorang teman bersama, sebagaimana dilaporkan penyiar publik NRK.
"(Mette-Marit) harus bertanggung jawab karena tidak menelusuri latar belakang Epstein secara lebih menyeluruh dan tidak lebih cepat menyadari seperti apa sosoknya," demikian pernyataan tertulis yang disampaikan pihak istana.
"Saya sangat menyesali hal ini, dan itu merupakan tanggung jawab yang harus saya pikul. Saya telah menunjukkan penilaian yang buruk dan menyesal pernah menjalin kontak apa pun dengan Epstein," tambahnya.
Ia juga menyampaikan simpati dan solidaritas mendalam kepada para korban pelecehan Epstein.
(rnp/dna)

