Putin dan Trump Berturut-turut Telepon Xi Jinping, Ada Apa?
Presiden China Xi Jinping melakukan panggilan berturut-turut dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada pekan ini.
Para analisis menilai momentum itu jarang terjadi dan memiliki arti penting, seiring upaya Beijing menampilkan diri sebagai kekuatan global yang stabil.
Pada Rabu (4/2) sore waktu setempat, Xi melakukan panggilan video dengan Putin, disusul hanya beberapa jam kemudian oleh percakapan telepon dengan Trump
"Waktu pelaksanaannya tidak biasa dan menarik. Jarang Xi melakukan panggilan dengan Putin dan Trump dalam satu hari," tulis George Chen dari The Asia Group dalam ulasan daring, seperti dikutip AFP.
Lihat Juga : |
Pejabat kebijakan luar negeri Kremlin mengatakan percakapan Xi dan Putin berlangsung sekitar 1,5 jam. Di sisi lain, Trump menyebut pembicaraannya dengan Xi sebagai diskusi yang panjang dan menyeluruh.
"Ini menunjukkan Xi mampu mengendalikan dan dengan mudah berkomunikasi langsung dengan dua pemimpin 'kuat' dunia," ujar Dylan Loh dari Nanyang Technological University, Singapura.
Loh menambahkan Rusia dan AS menggunakan dua negara yang paling berpengaruh bagi China, meski ia menilai waktu panggilan itu bisa saja sekedar persoalan teknis penjadwalan.
Apa saja yang dibahas Xi dengan Trump & Putin?
Trump menyampaikan pembicaraan dengan Xi mencakup isu perdagangan, isu Taiwan, perang Rusia di Ukraina, isu Iran, serta rencana kunjungan ke China yang disebut sangat ia nantikan.
Ia juga menambahkan China berkomitmen meningkatkan impor kedelai dari AS hingga 20 juta ton pada musim ini. Pembelian kedelai itu dinilai sebagai langkah yang relatif mudah dilakukan.
Namun terkait Taiwan, Xi mengingatkan Washington agar berhati-hati dalam penjualan senjata ke pulau yang memerintah sendiri tersebut. China mengeklaim Taiwan sebagai bagian wilayahnya dan bertekad merebutnya kembali dengan kekuatan bila diperlukan.
Wakil Menteri Luar Negeri Taiwan, Chen Ming-chi, mengatakan pihaknya "tidak terlalu mencemaskan komunikasi telepon tersebut".
"Kami justru menilai hal itu dapat membantu menjaga stabilitas," katanya.
Di sisi lain, Xi dan Putin menegaskan penguatan hubungan China-Rusia dalam upaya menampilkan persatuan menghadapi Barat.
Kedekatan kedua negara meningkat sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, yang menyebabkan Moskow mengalami isolasi diplomatik.
Lihat Juga : |
Panggilan itu berlangsung di tengah pertemuan para perunding Rusia, Ukraina, dan AS di Abu Dhabi dalam putaran baru upaya mengakhiri perang yang hampir berlangsung empat tahun. Kremlin menyatakan Putin menerima undangan untuk berkunjung ke China pada paruh pertama 2026.
Kedua pemimpin negara itu saling bertukar pandangan mengenai AS serta memberi perhatian khusus pada ketegangan di Iran.
Di dalam negeri, China tengah menghadapi dampak penyelidikan korupsi terhadap Zhang Youxia, jenderal senior Tentara Pembebasan Rakyat, yang mengguncang kalangan pengamat pertahanan.
Para analis menilai meski isu itu kemungkinan tidak dibahas dalam percakapan dengan Putin dan Trump, waktu panggilan itu dapat menjadi sarana Xi untuk menunjukkan kepercayaan diri di hadapan publik domestik.
(rnp/dna)