Siapa Jeffrey Epstein dan Apa Kasusnya hingga Bikin Publik Geger?
File Epstein yang mencuri perhatian
Setelah kematiannya, perhatian publik beralih pada isi dokumen yang dikenal sebagai "berkas Epstein", yang memuat sejumlah nama yang menjadi sumber perdebatan sengit di ranah politik AS.
Pada periode pemerintahan kedua Presiden AS Donald Trump, desakan untuk membuka berkas tersebut menjadi isu nasional.
Sementara publikasi ribuan dokumen justru memperkuat kontroversi mengenai kejahatan Epstein dan relasinya dengan sejumlah figur berkuasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Publikasi berkas Epstein terus memicu penyelidikan lanjutan, dan tekanan publik terhadap aparat penegak hukum untuk mengungkap sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam jaringan itu.
Sejumlah dokumen dan kesaksian yang tercantum dalam file Epstein memuat berbagai klaim yang mengejutkan.
Salah satu yang dianggap kontroversial adalah dokumen bukti korespondensi surel antara Epstein dan Bill Gates pada 2017 menyinggung simulasi pandemi.
Terdapat poin pembahasan yang berisi rekomendasi tindak lanjut dan/atau spesifikasi teknis untuk simulasi pandemi virus varian terbaru.
Selain itu, pengusaha yang berbasis di Uni Emirat Arab (UEA) Aziza Al Ahmadi juga disebut mengirim potongan kiswah Ka'bah dari Mekkah ke Epstein di AS.
Aziza bekerja sama dengan seseorang bernama Abdullah Al-Maari untuk mengatur pengiriman tiga potongan Kiswah. Barang-barang itu tiba di rumah Epstein pada Maret 2017.
Tak hanya itu, nama Indonesia juga tercatat dalam 902 dokumen yang dirilis Kementerian Kehakiman Amerika Serikat pada pekan lalu.
Misalnya laporan dari JP Morgan pada 2014, yang memuat alokasi aset global dan situasi ekonomi secara umum yang bisa menguntungkan atau merugikan AS.
"Di pasar negara berkembang, peristiwa politik penting adalah pemilihan presiden di Indonesia. Pekan ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan Widodo sebagai pemenang dengan selisih suara yang cukup besar," demikian laporan di JP Morgan.
Tokoh publik terseret di file Epstein
Beberapa nama tokoh publik, pengusaha, hingga figur berpengaruh turut disebut dalam berkas itu, meski belum semuanya terbukti terlibat dalam tindak pidana.
Pangeran Andrew dari Inggris terseret dalam jutaan berkas Epstein. Sejumlah foto memperlihatkan dirinya sedang berlutut dengan posisi merangkak, condong ke arah perempuan yang terbaring di lantai.
Pendiri Microsoft, Bill Gates ikut terseret dalam dokumen yang rilis. Email-email itu memuat klaim yang menuduh Gates berupaya menutupi penyakit menular seksual dari istrinya saat itu, Melinda French Gates.
Sementara itu, Pangeran Laurent dari Belgia mengakui sempat bertemu Epstein dan mengatakan pertemuan itu terjadi pada awal 1990-an dan 2000-an serta atas permintaan pebisnis itu.
Dalam berkas Epstein terdapat foto mantan Presiden AS Bill Clinton yang tampak berada di kolam renang.
Namun wakil kepala Staf Clinton, Angel Urena menegaskan foto itu sudah sangat lama dan Clinton berhenti berkomunikasi dengan Epstein sebelum kejahatannya terungkap.
(rnp/dna)

