Bagaimana Jeffrey Epstein Kenal sampai Seret Pejabat-Presiden?
Selain Bear Stearns, Epstein juga menjajaki kalangan sosialita menggunakan pengaruh kekasih-kekasihnya. Ia menggunakan pacar-pacarnya, yang kaya dan berkoneksi, sebagai 'kartu ATM' serta menyedot pengaruh mereka untuk mempertemukannya dengan para tokoh ternama.
Pada waktu yang sama, Epstein juga menemui perempuan-perempuan muda. Epstein sejak awal memang menyukai perempuan muda dan mengencani mereka demi hasrat seksualnya.
Menurut penyelidikan The New York Times, usai hengkang dari Bear Stearns, Epstein mulai menjalani bisnisnya sendiri. Ia memanfaatkan koneksi-koneksi yang telah dibangun selama ini dan kembali melakukan penipuan agar bisa menggaet target yang lebih besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu penipuan yang dilakukan Epstein, termasuk pura-pura jadi pencari bakat untuk Victoria's Secret. Ia menggunakan koneksinya dengan Leslie Wexner, miliarder pendiri brand tersebut, untuk mendekati perempuan serta tokoh-tokoh moncer lain.
Kedekatan Epstein dengan Wexner sendiri terjalin setelah Epstein menipu Wexner bahwa penasihat-penasihatnya tak kompeten. Dengan kharisma dan pengalamannya selama ini, Wexner percaya pada Epstein dan mengangkatnya jadi penasihat pribadi.
Taktik ini juga diterapkan Epstein saat berhasil mendekati tokoh ternama lain. Epstein mengumpulkan pundi-pundi uang lewat skemanya itu hingga bisa membeli rumah mewah di Palm Beach, sekitar satu mil dari kediaman Donald Trump di Mar-a-Lago.
Mulai dari sana, hubungannya dengan Trump terbangun. Epstein bolak balik bertemu Trump dan datang ke pesta bersama-sama.
Uang yang selama ini dikumpulkan Epstein juga mulai diinvestasikan ke para politikus. Ia menyumbang ribuan dolar ke berbagai politisi dan membangun koneksi dengan mereka.
Pada 1989, Epstein menemani Wayne Owens, seorang anggota Kongres Demokrat dari Utah, dalam perjalanan ke Timur Tengah untuk menjajaki cara-cara mempromosikan bisnis antara Israel dan negara-negara tetangganya.
Pada 1990-an, Epstein menerapkan taktik pendekatannya ke Owens untuk berhubungan dengan Presiden ke-42 AS Bill Clinton. Ia mendonasikan ribuan dolar uangnya untuk merenovasi Gedung Putih hingga berhasil masuk ke lingkungan Clinton.
Pada kurun waktu yang sama, atau sekitar 1995, Epstein juga mulai menjalin hubungan dengan keturunan dari dua keluarga terkaya di Amerika. Ia adalah Libet Johnson, saudara perempuan Woody Johnson dan juga pewaris kekayaan Johnson & Johnson.
Masih dengan jerat skema yang sama, Epstein mengarahkan Johnson untuk memberikan jutaan dolar kepada Yayasan J. Epstein miliknya, yang kemudian digunakan Epstein untuk mendapatkan akses ke organisasi bergengsi dan orang-orang berpengaruh. David Rockfeller jadi salah satu target Epstein saat itu.
Epstein memakai yayasannya untuk menyumbang ke Universitas Rockfeller hingga dilirik oleh keluarga kaya tersebut. Epstein akhirnya diangkat jadi dewan direksi kampus dan semakin dikenal oleh kaum kelas atas.
Skema yang sama ini terus dipakai Epstein kepada semua tokoh berpengaruh hingga akhirnya ia dikenal oleh para pejabat bahkan keluarga kerajaan dan berhasil masuk menjadi kalangan kelas atas seperti yang didambakannya.
(blq/dna)