Trump Terang-terangan Dukung PM Takaichi Jelang Pemilu Jepang

CNN Indonesia
Jumat, 06 Feb 2026 16:11 WIB
Presiden AS Donald Trump terang-terangan menyatakan dukungan kepada PM Jepang Sanae Takaichi menjelang pemilihan umum (pemilu) majelis rendah negara itu. (via REUTERS/Kiyoshi Ota).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terang-terangan menyatakan dukungan kepada Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi menjelang pemilihan umum (pemilu) majelis rendah negara itu.

Dalam unggahan di Truth Social, Trump mengatakan Takaichi adalah sosok pemimpin yang pantas mendapat pengakuan. Kinerja dia dan koalisinya, kata Trump, sepenuhnya terbukti dicurahkan untuk rakyat Jepang.

"Takaichi telah membuktikan dirinya sebagai pemimpin yang kuat, berkuasa, dan bijaksana. Ia juga merupakan sosok yang benar-benar mencintai negaranya," tulis Trump, seperti dikutip Reuters.

Oleh sebab itu, Trump memutuskan mendukung Takaichi dan koalisinya dalam pemilu majelis rendah pada 8 Februari mendatang.

"Sebagai Presiden Amerika Serikat, merupakan kehormatan bagi saya untuk memberikan dukungan penuh untuknya, serta untuk apa yang diwakili oleh koalisi terhormatnya," tulis Trump.

Jepang akan mengadakan pemilihan majelis rendah pada pekan ini. Pemilu dini ini dilakukan setelah Takaichi membubarkan majelis tersebut pada 23 Januari lalu.

Takaichi telah mengatakan kepemimpinan dan koalisi pemerintahannya perlu mendapat mandat langsung dari publik pasca dimulai pada Oktober 2025.

Koalisi Takaichi, yang terdiri dari Partai Demokrat Liberal dan Partai Inovasi Jepang, hanya menguasai tipis kursi majelis rendah. Partai-partai itu bahkan masih minoritas di majelis tinggi.

Langkah Takaichi menggelar pemilu dini ini dikritik publik lantaran dinilai terlalu cepat. Masyarakat jadi tak punya waktu untuk mempertimbangkan kebijakan para peserta pemilu.

Partai oposisi juga tak setuju karena pemilu dihelat sebelum parlemen mengesahkan anggaran fiskal 2026. Oposisi menilai Takaichi lebih mengutamakan kepentingan politik alih-alih agenda pemerintahan.

Kritik ini membuat para investor memantau dengan cemas jalannya pemilu Jepang. Janji kampanyenya untuk mengatasi kenaikan harga lewat penangguhan pajak penjualan atas makanan telah mengguncang kepercayaan investor.

Dalam beberapa pekan terakhir, investor mulai meninggalkan obligasi pemerintah Jepang hingga yen memasuki mode krisis. Hal ini berangkat dari kekhawatiran pasar mengenai bagaimana Tokyo akan membayar perkiraan kerugian pendapatan tahunan sebesar 5 triliun yen.

Di bawah pemerintahan Takaichi, Jepang berencana mengeluarkan anggaran cukup besar di bidang pertahanan, di tengah ketegangannya dengan China. Ini meningkatkan kekhawatiran akan hidupnya kembali militerisme Jepang.

Meski begitu, dengan partai-partai lain yang menggembar-gemborkan pemotongan pajak lebih besar serta penggunaan anggaran yang lebih luas, koalisi Takaichi tampaknya jadi pilihan yang tak terlalu buruk.

Berdasarkan jajak pendapat terbaru, elektabilitas partai-partai koalisi Takaichi lebih unggul dan diprediksi menang telak.

LDP dan Partai Inovasi Jepang setidaknya perlu mengamankan 300 dari 465 kursi di majelis rendah untuk menang pemilu.

Dukungan Trump kepada Takaichi sementara itu dinilai pengamat sebagai upaya intervensi sang Presiden terhadap pemimpin sayap kanan.

Trump belakangan terang-terangan mendukung para pemimpin sayap kanan, seperti Presiden Argentina Javier Milei dan PM Hungaria Viktor Orban.

Sejak terpilih pada Oktober, Takaichi sendiri juga memperlihatkan agenda untuk merapat ke Trump. Ia memberi Trump stik golf milik mendiang PM Jepang Shinzo Abe saat menjamunya di Tokyo.

Ia juga berjanji akan berinvestasi miliaran dolar ke AS, yang dipuji Trump karena dinilai mendobrak batasan terhadap kepemimpinan perempuan.

Takaichi telah menyatakan jika ia tak memenangkan suara mayoritas, ia akan mengundurkan diri secara sukarela.

(blq/agt)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK