Negosiasi Nuklir Iran-AS di Oman Berjalan Mulus meski Diancam Trump

CNN Indonesia
Sabtu, 07 Feb 2026 10:10 WIB
Iran menggambarkan negosiasi terbaru soal nuklir dengan AS di Oman pada Jumat (6/2) berjalan lancar meski sempat diancam Trump. (AFP/Ramil Sitdikov)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pihak berwenang Iran menggambarkan negosiasi terbaru soal nuklir dengan Amerika Serikat di Oman pada Jumat (6/2) berjalan lancar.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pembicaraan tersebut dimulai dengan awal yang baik.

"Saya pikir ada atmosfer yang baik dan dalam satu kalimat saya bisa bilang itu adalah awal yang baik," kata Araghchi, dikutip media pemerintah Iran, IRNA.

Dia juga mengatakan kedua pihak sepakat untuk melanjutkan pembicaraan tetapi keputusan tersebut akan disampaikan ke publik setelah berkonsultasi dengan pemerintah pusat.

Meski dianggap awal yang baik, Araghchi tetap memberi catatan. Dia mewanti-wanti AS soal iklim ketidakpercayaan setelah negara pimpinan Donald Trump menyerang Iran demi membantu Israel pada Juni tahun lalu.

[Gambas:Video CNN]

Serangan tersebut berlangsung beberapa hari sebelum putaran keenam pembicaraan serupa dijadwalkan.

"Kekhawatiran kami tersampaikan, dan kepentingan kami, hak-hak yang dimiliki rakyat Iran, semua yang perlu dikatakan sudah tersampaikan dalam suasana yang sangat baik," ucap Araghchi.

Putaran berikutnya disebut-sebut berlangsung dalam beberapa hari mendatang. Namun, sejauh ini belum ada informasi resmi waktu dan lokasi negosiasi selanjutnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Oman Badr bin Hamad Al Busaidi bertemu pihak Iran dan AS secara terpisah untuk menyampaikan pesan antartim usai negosiasi rampung.

"Ini bermanfaat untuk mengklarifikasi cara pandang Iran dan Amerika serta mengidentifikasi area-area yang memungkinkan kemajuan," kata Badr, dikutip Al Jazeera.

Konsultasi tersebut bertujuan untuk melanjutkan putaran negosiasi berikutnya di waktu yang disepakati.

Negosiasi itu berlangsung setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump berulang kali mengancam bakal menyerang Iran jika tak berhenti bertindak keras ke demonstran. Namun, belakangan retorika dia fokus ke upaya mengekang program nuklir Teheran.

Trump bahkan berkali-kali menyebut kapal-kapal besar AS sudah di perairan Timur Tengah dan siap menggempur Iran jika mereka gagal mencapai kesepakatan nuklir.

(isa/chri)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK