Exit Poll: Takaichi Amankan Mayoritas Besar di Pemilu Jepang

CNN Indonesia
Minggu, 08 Feb 2026 22:30 WIB
Ilustrasi. Hasil exit poll, Sanae Takaichi menang telak. (AFP/HENRY NICHOLLS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi meraih kemenangan telak dalam pemilu kilat yang digelarnya sendiri, berdasarkan hasil hitung cepat yang dirilis media nasional Jepang, NHK, Minggu, waktu setempat.

Exit poll NHK memproyeksikan Partai Demokrat Liberal (LDP) pimpinan Takaichi akan mengamankan antara 274 hingga 326 kursi dari total 465 kursi Majelis Rendah, jauh melampaui ambang batas mayoritas 233 kursi.

Hingga Minggu malam, hasil penghitungan resmi menunjukkan LDP telah melampaui angka tersebut.

Jika digabungkan dengan mitra koalisinya, Partai Ishin, kubu pemerintah diperkirakan menguasai total 302 hingga 366 kursi. Pemilu kali ini berlangsung di tengah suhu dingin ekstrem dalam pemilihan musim dingin yang terbilang jarang terjadi di Jepang.

"Kami akan melanjutkan koalisi dengan Ishin dan tetap menempatkan keberlanjutan fiskal sebagai prioritas," ujar Takaichi saat menyampaikan pidato di markas besar LDP, di tengah masuknya hasil penghitungan suara, mengutip NBC News.

Dalam tradisi politik Jepang, kemenangan kandidat ditandai dengan bunga kertas. Papan besar berisi mawar merah di belakang Takaichi menjadi simbol visual kemenangan beruntun LDP dalam pemilu ini.

Pemilu kilat tersebut sempat mengejutkan internal partai, oposisi, hingga publik. Namun, keputusan berisiko Takaichi tampaknya terbayar.

Karisma pribadi sang perdana menteri, ditambah dukungan pemilih muda yang terjangkit fenomena "Sanamania", menjadi faktor penting di balik kemenangan besar tersebut.

Sebagai perdana menteri perempuan pertama Jepang, Takaichi mencari mandat langsung publik untuk memperkuat kemampuan pertahanan negara dan meningkatkan peran Jepang di panggung global. Agenda ambisius itu muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran keamanan kawasan, terutama terkait China dan Korea Utara, serta perubahan fokus Amerika Serikat di bawah dinamika politik global.

Hubungan Takaichi dengan Presiden AS Donald Trump terbilang hangat. Trump secara terbuka memberikan dukungan lewat unggahan di Truth Social, menyebut Takaichi sebagai pemimpin yang

"kuat, berwibawa, dan bijaksana". Keduanya dijadwalkan bertemu di Gedung Putih pada 19 Maret mendatang.

Dukungan terbuka dari presiden AS dalam pemilu negara lain memang tidak lazim, namun Trump telah melakukannya dalam sejumlah kesempatan.

Duta Besar AS untuk Jepang, George Edward Glass, juga menyampaikan ucapan selamat atas "kemenangan impresif" tersebut dan menyatakan keinginan memperdalam hubungan bilateral.

Sebaliknya, hubungan dengan China justru memanas. Pernyataan Takaichi yang menyebut kemungkinan respons militer Jepang jika China menyerang Taiwan menuai kritik tajam.

Beijing membalas dengan membatasi impor makanan laut Jepang, memperketat ekspor mineral tanah jarang, serta mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warganya.

Sebelumnya, Takaichi sempat menyatakan akan mundur jika koalisi pemerintah gagal mempertahankan mayoritas. Namun hasil pemilu justru mengukuhkan dominasinya di parlemen, memperpanjang cengkeraman LDP yang telah memimpin Jepang selama sebagian besar era pascaperang.

Popularitas Takaichi mencuat meski LDP masih dibayangi skandal dan kekalahan pemilu sebelumnya. Bagi banyak pemilih, Takaichi, seorang penggemar motor dan drummer musik heavy metal dipandang sebagai sosok segar di tengah politik Jepang yang didominasi laki-laki.

Daya tariknya kerap lebih bertumpu pada gaya ketimbang kebijakan. Slogan "bekerja, bekerja, dan terus bekerja" dinobatkan sebagai frasa tahun ini. Beragam atribut pribadinya, mulai dari pulpen merah muda hingga tas kulit hitam seharga US$900, viral dan ludes terjual.

Dengan lebih dari 2,6 juta pengikut di platform X, hampir lima kali lipat dari pendahulunya, Takaichi mencatat dukungan kuat dari pemilih muda. Sejumlah survei menunjukkan lebih dari 80 persen pemilih muda memberikan suara untuknya, mengukuhkan posisinya sebagai figur politik paling menonjol di Jepang saat ini.

(tis/tis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK