KBRI Dampingi Keluarga Bocah WNI 6 Tahun Korban Tabrakan di Singapura

CNN Indonesia
Senin, 09 Feb 2026 19:30 WIB
KBRI Singapura menyatakan telah memberikan pendampingan kepada keluarga warga negara Indonesia (WNI) korban tabrakan mobil di Singapura yang meninggal dunia. (Foto: CNN Indonesia/Abdussaleem Muhammad)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura menyatakan telah memberikan pendampingan kepada keluarga seorang warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban tabrakan lalu lintas di Singapura.

Insiden itu terjadi pada Jumat (6/2) siang di area Kuil Relik Gigi Buddha, Chinatown. Sebuah mobil yang dikendarai perempuan 38 tahun menabrak dua pejalan kaki yang diketahui merupakan anak dan ibu asal Indonesia yang sedang berwisata di sana.

Anak perempuan berusia enam tahun meninggal dunia di tempat, sementara ibu korban (31) masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Melalui pernyataan tertulis, KBRI Singapura menyatakan telah mendampingi korban mulai dari perawatan medis hingga proses koordinasi dengan pihak berwenang setempat.

"KBRI Singapura telah menghubungi keluarga korban dan bertemu dengan ayah korban, serta mendatangi Rumah Sakit tempat korban berada untuk memberikan dukungan dan bantuan yang diperlukan," ujar perwakilan KBRI Singapura, Rizki Kusumastuti, Senin (9/2).

"KBRI Singapura juga telah berkomunikasi dengan otoritas terkait setempat untuk memastikan semua prosedur administratif ditangani dengan benar, terutama pengaturan pemulangan jenazah korban," tambah pernyataan itu.

Pada Minggu (8/2), sekitar pukul 06.50 WIB, jenazah korban tiba di tanah air dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

[Gambas:Video CNN]

Sementara itu, kepolisian Singapura telah menangkap perempuan (38) pengendara mobil. Ia dikenakan dakwaan mengemudi tanpa pertimbangan wajar hingga menyebabkan kematian.

Berdasarkan pengakuan suami pengemudi, istrinya kala itu berada di Chinatown untuk menjemput putra mereka yang juga berusia enam tahun. Putranya ada di dalam mobil dan sangat terguncang hingga menangis keras.

Istrinya turut menangis hebat karena dirundung rasa bersalah.

"Saat dia menelepon saya, dia terus menangis. Dia benar-benar menyalahkan dirinya sendiri dan merasa sangat bersalah," kata sang suami.

Begitu tabrakan terjadi, sang istri langsung turun dari mobil untuk memeriksa para korban dan memanggil ambulans.

Dalam foto dan video yang beredar, ia terlihat berdiri dengan ekspresi cemas di dekat lokasi kejadian. Dia terus berdiri di sana saat orang-orang lalu lalang menolong para korban.

(rnp/rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK