Banyak Laporan Pelecehan Seks Anak, Australia Panggil Petinggi Roblox

CNN Indonesia
Selasa, 10 Feb 2026 13:35 WIB
Ilustrasi. (iStock/mollypix)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Komunikasi Australia Anika Wells memanggil para petinggi Roblox untuk membahas masalah maraknya dugaan pelecehan seksual terhadap anak di aplikasi gim tersebut.

Dalam pernyataan pada Selasa (10/2), Wells mengaku telah bersurat ke para pemimpin Roblox untuk mengajak mereka bertemu guna menjelaskan langkah-langkah signifikan terkait perlindungan anak.

"Saya rasa banyak di antara Anda, termasuk saya, mungkin merasa jijik dengan fakta bahwa anak-anak usia empat atau lima tahun melihat kekerasan grafis dan tanpa alasan di platform ini," kata Wells di stasiun televisi nasional ABC, seperti dikutip AFP.

Ia pun menyampaikan telah meminta regulator internet Australia, yakni Komisioner eSafety, untuk meninjau kemungkinan diambilnya "tindakan mendesak" terhadap perusahaan game terkait.

Sebuah laporan pada 2024 oleh Hindenburg Research mengungkap bahwa Roblox merupakan sarang pedofil akut yang menyebarkan konten pelecehan seksual dan pornografi terhadap anak-anak di bawah umur.

Data perusahaan mencatat sekitar 40 persen dari total pengguna Roblox pada 2024 adalah anak-anak di bawah usia 13 tahun. Setiap hari, Roblox digunakan oleh sekitar 100 juta orang.

[Gambas:Video CNN]

Perusahaan video game asal Amerika Serikat (AS) itu sejak lama dituding tak berbuat banyak untuk melindungi anak-anak dari paparan pelecehan seksual dan pornografi.

Tahun lalu, Roblox menyatakan akan menerapkan verifikasi wajah atau identitas wajib bagi pengguna yang ingin mengakses fitur obrolan.

Dalam sebuah pernyataan kepada AFP, Roblox menyampaikan pihaknya menyambut baik "kesempatan untuk memberi tahu Menteri (Wells) mengenai langkah-langkah yang kami ambil untuk membantu menjaga keamanan komunitas".

Seorang juru bicara Roblox menegaskan bahwa perusahaan memiliki "kebijakan dan proses keamanan yang kuat untuk membantu melindungi pengguna lebih dari platform lain."

Roblox termasuk di antara platform seperti Discord, WhatsApp, dan Lego Play yang dikecualikan dari larangan untuk anak di bawah usia 16 tahun. Platform yang menghadapi batasan usia antara lain Facebook, Instagram, dan TikTok.

Roblox telah dilarang penggunaannya di sejumlah negara, yakni Qatar, Irak, dan Turki, utamanya karena kekhawatiran akan keselamatan anak-anak.

Sementara itu, di negara bagian Texas dan Louisiana, AS, aplikasi ini digugat karena alasan yang sama.

(blq/bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK