RI Bakal Kirim 8.000 Pasukan TNI ke Gaza Dukung Misi Board of Peace

CNN Indonesia
Selasa, 10 Feb 2026 19:49 WIB
Mensesneg Prasetyo Hadi memperkirakan RI akan mengirim sekitar 8 ribu pasukan ke Jalur Gaza Palestina, sebagai bagian dari International Stabilization Force.
Mensesneg Prasetyo Hadi memperkirakan RI akan mengirim sekitar 8 ribu pasukan ke Jalur Gaza Palestina, sebagai bagian dari International Stabilization Force. (Foto: CNN Indonesia/Muhammad Naufal)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memperkirakan Indonesia akan mengirim sekitar 8.000 pasukan ke Jalur Gaza Palestina, sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF).

Pasukan ISF ini merupakan bagian dari upaya Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) bentukan Presiden Donald Trump untuk menyelesaikan konflik di Jalur Gaza.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prasetyo menuturkan hingga kini Indonesia masih mempersiapkan skema pengiriman pasukan, termasuk komposisi personel dari masing-masing negara yang terlibat.

Menurutnya, ada sekitar 20 ribu personel dari berbagai negara yang akan dikerahkan ke Gaza sebagai bagian dari ISF.

"Itu kan bagian dari pasukan perdamaian," ujar Prasetyo di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2).

"Belum, sedang dibicarakan. Tapi ada kemungkinan kita akan (kirim) kurang lebih di angka 8.000 itu. Total (tentaranya) 20 ribu," kata Prasetyo ketika ditanya mengenai kapan pengiriman ini berlangsung.

Terkait lokasi penempatan pasukan, termasuk isu penugasan di wilayah Rafah, Prasetyo menegaskan pemerintah belum menetapkan titik penempatan secara pasti.

Saat ini, Indonesia masih berada pada tahap persiapan dan menunggu adanya kesepakatan internasional yang menjadi dasar pengiriman pasukan perdamaian.

"Belum. Kita baru mempersiapkan diri aja kalau suatu waktu sudah dicapai kesepakatan dan kita harus mengirim pasukan perdamaian tentu itu sebagai sebuah komitmen. Itu akan kita lakukan," tegasnya.

Prasetyo menambahkan, keterlibatan Indonesia dalam misi tersebut merupakan bagian dari komitmen bangsa dalam mendukung Palestina, baik melalui jalur politik maupun kemanusiaan.

Selain menegaskan posisi Indonesia terkait pengakuan kemerdekaan Palestina, pemerintah juga berupaya mendorong masuknya bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Gaza yang terdampak konflik.

Dalam kerangka itu, Indonesia bersama tujuh negara Muslim lainnya bergabung dalam Board of Peace sebagai forum kerja sama internasional.

Kehadiran pasukan perdamaian dan mekanisme kerja sama tersebut diharapkan dapat membantu menurunkan eskalasi konflik serta membuka akses bantuan, termasuk bantuan pangan, ke wilayah Gaza.

"Setidaknya itu kita berharap akan mengurangi eskalasi konflik yang ada di Gaza sehingga saudara-saudara kita berkurangi penderitaannya. Sekarang proses tersebut, bantuan-bantuan makanan bisa masuk ke Gaza. Yang ini kita berharap meringankan beban saudara-saudara kita di sana," jelas dia.

Hingga saat ini, pemerintah belum mengumumkan jadwal pengiriman pasukan maupun rincian teknis lain terkait mandat, waktu penugasan, dan mekanisme operasional pasukan TNI dalam misi perdamaian Gaza tersebut.

(del/rds)


[Gambas:Video CNN]