Presiden Kolombia Petro Lolos dari Upaya Pembunuhan Geng Narkoba

CNN Indonesia
Rabu, 11 Feb 2026 13:30 WIB
Presiden Kolombia Gustavo Petro klaim lolos dari upaya pembunuhan kartel narkoba saat terbang dengan helikopter.
Presiden Kolombia Gustavo Petro. Foto: AFP/OVIDIO GONZALEZ
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Kolombia, Gustavo Petro, mengeklaim dirinya lolos dari upaya pembunuhan saat terbang dengan helikopter bersama kedua putrinya.

Ia mengaku telah memperingatkan selama beberapa bulan terakhir soal dugaan rencana serangan oleh kartel narkoba.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Petro mengatakan pada Selasa (10/2), helikopternya gagal mendarat di pesisir Karibia Kolombia karena kekhawatiran akan ditembaki pihak tak dikenal.

"Malam itu, saya tidak bisa mendarat karena saya diberitahu mereka akan menembak helikopter yang saya tumpangi bersama kedua putri saya," ujar Petro, menurut laporan penyiar publik Radio Nacional de Colombia, dikutip Al Jazeera.

"Mereka tidak menyalakan lampu di tempat saya seharusnya mendarat," tambah dia.

Dalam pertemuan Dewan Menteri di Córdoba, Petro mengatakan ia harus mengubah rencana perjalanannya secara drastis akibat ancaman terhadap keselamatannya.

"Saya sedang berusaha lolos dari upaya pembunuhan. Itu sebabnya saya tidak bisa tiba tepat waktu tadi malam karena saya tidak bisa mendarat di tempat yang saya katakan," ujar Petro.

"Pagi ini, saya juga tidak bisa mendarat di tempat yang seharusnya, karena ada informasi bahwa helikopter akan ditembak," tambah dia.

Petro menyatakan helikopternya terbang beberapa jam di laut lepas, hingga dengan bantuan angkatan laut Kolombia, berhasil mendarat di lokasi lain.

"Kepala negara menegaskan peristiwa ini membuatnya tetap dalam keadaan siaga permanen, dan menghubungkannya dengan tindakan lain yang, menurutnya, terjadi sejak Oktober tahun lalu," lapor Radio Nacional de Colombia.

Petro sebelumnya melaporkan dugaan upaya lain untuk membunuhnya pada 2024. Ia pernah mengeklaim sebuah kartel narkoba menargetkannya sejak menjabat pada Agustus 2022.

Laporan tentang upaya pembunuhan ini muncul di tengah meningkatnya kekerasan beberapa bulan menjelang pemilihan presiden.

Petro sendiri dilarang mencalonkan diri untuk masa jabatan kedua, sementara seorang senator diculik pada Selasa.

Seorang aktivis masyarakat adat dan pekerja hak asasi manusia, Senator Aida Quilcue, diculik oleh orang yang tidak dikenal di departemennya, Cauca, di barat daya negara itu.

Cauca merupakan kawasan penuh konflik dan penghasil kokain yang dikendalikan sebagian besar oleh disiden tentara FARC yang telah dibubarkan.

(rnp/dna/bac)