Dubes Iran di RI Bicara Potensi Konflik Pasukan ISF vs Hamas di Gaza
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi buka suara soal potensi konflik antara pasukan stabilisasi internasional (International Stabilization Forces/ISF) yang bakal dikerahkan ke Jalur Gaza dengan kelompok Hamas yang selama ini menguasai wilayah Palestina tersebut.
Boroujerdi menyampaikan komentar itu usai acara peringatan Hari Nasional Iran dan Peringatan ke-47 Kemenangan Revolusi Islam Iran di Jakarta, Selasa (10/2) malam.
"Saya harap tidak. Dan Anda tahu bahwa beberapa intelektual Indonesia juga telah menyatakan keprihatinan mereka tentang hal itu," kata Boroujerdi ketika ditanya soal kemungkinan bentrokan antara pasukan ISF dan Hamas di Gaza.
Boroujerdi mengatakan jika pasukan ISF malah berkonflik dengan Hamas di Gaza, itu sama saja pasukan ISF mendukung agenda Zionis.
Negara-negara Barat terutama Amerika Serikat dan sekutu dekatnya Israel selama ini melabeli Hamas sebagai teroris.
Sementara itu, ISF dibentuk dan dikerahkan sebagai bagian dari upaya Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) bentukan Presiden AS Donald Trump untuk menyelesaikan konflik di Gaza.
Sejauh ini, BoP diperkirakan bakal mengerahkan 20 ribu pasukan ISF ke Gaza yang berasal dari sejumlah negara termasuk Indonesia, Mesir, Qatar, dan Azerbaijan.
"Karena Hamas adalah kelompok perlawanan yang membela tanah mereka. Jika Anda mengatakan mereka adalah teroris, Anda berada di jalur yang sama, Anda tidak lagi independen, Anda tidak lagi non-blok," kata Boroujerdi
"Jadi Hamas adalah kelompok perlawanan yang sah, Anda tahu, yang membela tanah mereka dan hak-hak mereka harus dipertimbangkan dalam setiap proses perdamaian," ucapnya menambahkan.
Sementara itu, dalam mandatnya, pasukan ISF akan bertugas membantu melatih polisi, mengamankan perbatasan, menjaga keamanan dengan membantu demiliterisasi Gaza, melindungi warga sipil dan operasi kemanusiaan, termasuk mengamankan koridor kemanusiaan.
Iran merupakan negara yang lantang mendukung kemerdekaan Palestina dan mengecam agresi serta pendudukan Israel di wilayah tersebut.
Iran bahkan sempat terlibat perang beberapa kali dengan Israel sejak agresi di Gaza berlangsung pada Oktober 2023.
(isa/rds)