Trump Kirim Kapal Induk Terbesar di Dunia ke Iran

CNN Indonesia
Sabtu, 14 Feb 2026 09:05 WIB
Presiden AS Donald Trump mengirim USS Gerald R Ford ke Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.
Ilustrasi. Presiden AS Donald Trump mengirim USS Gerald R Ford ke Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran. (via REUTERS/US Navy)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengirim USS Gerald R Ford ke Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Dalam pernyataan pada Jumat (13/2), Trump mengonfirmasi bahwa kapal induk terbesar di dunia itu akan meninggalkan Karibia dan menuju Timur Tengah dalam waktu dekat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika kita membutuhkannya, kita akan menyiapkannya, sebuah kekuatan yang sangat besar," kata Trump di Gedung Putih, Jumat (13/2), seperti dikutip Al Jazeera.

Pada Selasa (10/2), Trump mengatakan kepada Axios bahwa ia mempertimbangkan untuk mengirim armada perang kedua ke Iran, sebagai upaya menekan Teheran untuk cepat-cepat menyepakati negosiasi nuklir.

AS dan Iran akhirnya memulai kembali negosiasi program nuklir Iran pada pekan lalu di Oman. Namun, negosiasi masih alot dan akan memasuki putaran kedua dalam waktu dekat.

Media-media AS pada Kamis (12/2) kemudian melaporkan bahwa USS Gerald R Ford menjadi kapal yang dibidik Trump untuk dibawa ke Timur Tengah. Kapal induk itu saat ini ada di perairan Venezuela.

Laporan soal USS Gerald R Ford sendiri muncul sehari setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyambangi Trump di Washington. Netanyahu datang untuk meminta Trump bersikap lebih keras terhadap Iran, termasuk menuntut Teheran menghentikan program rudal balistik dan dukungannya ke proksi.

Kendati demikian, Trump menolak karena masih ingin mengupayakan pembicaraan diplomatik. Namun, ia mengerahkan kapal induk baru untuk mendesak Iran segera membuat kesepakatan.

USS Gerald R Ford butuh waktu sekitar tiga pekan untuk tiba di Timur Tengah. Kapal itu akan bergabung dengan kelompok tempur USS Abraham Lincoln yang sudah mengepung Iran sejak Januari lalu.

Iran sudah menyatakan bersedia mengurangi pengayaan nuklir jika AS mencabut semua sanksi terhadap mereka. Namun, Iran menolak tuntutan soal rudal balistik dan dukungan untuk proksinya.

Trump sudah mengancam akan menyerang jauh lebih buruk dari sebelumnya jika Iran tetap keras kepala. Ia merujuk pada serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025 lalu.

Trump berharap Iran bisa bijak membuat keputusan. Ia sendiri optimistis pembicaraan dengan Iran akan membuahkan hasil.

(blq/asr)


[Gambas:Video CNN]