Menlu AS: PBB Tak Berperan Selesaikan Konflik Besar Dunia Saat Ini

CNN Indonesia
Sabtu, 14 Feb 2026 22:20 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio. (REUTERS/Kevin Lamarque)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio, menegaskan komitmen pemerintahan Donald Trump untuk memperbaiki "kesalahan para pemimpin dunia di masa lalu".

Dalam pidatonya di Konferensi Keamanan Muenchen, Rubio menyatakan bahwa Washington siap melangkah sendiri, namun tetap memprioritaskan dukungan dari sekutu Eropa.

"Amerika Serikat dan Eropa, kita ditakdirkan bersama," ujar Rubio di hadapan para diplomat dunia pada Sabtu (14/2), seperti dilansir Al Jazeera, Sabtu (14/2).

Rubio menekankan bahwa hubungan antara AS dan Eropa melampaui sekadar aliansi politik, melainkan sebuah ikatan peradaban yang mendalam.

"Kita adalah bagian dari satu peradaban, peradaban Barat. Kita terikat oleh ikatan terdalam yang bisa dimiliki antar-bangsa, yang ditempa oleh sejarah bersama selama berabad-abad, iman Kristen, budaya, warisan, bahasa, leluhur, serta pengorbanan yang dilakukan oleh nenek moyang kita bersama," tegasnya.

Selain menekankan aliansi Barat, Rubio melontarkan kritik tajam terhadap efektivitas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam menangani krisis global. Menurutnya, institusi global saat ini memerlukan reformasi total.

Rubio mengkritik PBB yang dia klaim hampir tidak memainkan peran dalam menyelesaikan konflik-konflik besar saat ini. Rubio juga menganggap PBB tidak mampu dalam memberikan jawaban atau solusi atas perang yang terjadi di Gaza.

"Namun kita tidak bisa mengabaikan bahwa, saat ini, dalam masalah-masalah paling mendesak yang kita hadapi, PBB tidak memiliki jawaban dan praktis tidak memainkan peran apa pun. PBB tidak mampu menyelesaikan perang di Gaza," ucap Rubio.

Meski mengakui PBB memiliki potensi besar sebagai alat kebaikan dunia, Rubio menegaskan bahwa kegagalan saat ini tidak bisa diabaikan begitu saja.

(wiw)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK