AS-Iran Tegang, Israel Ikut Gelar Latihan Militer Besar di Darat-Laut

CNN Indonesia
Sabtu, 14 Feb 2026 19:59 WIB
Ilustrasi. Israel gelar latihan militer di darat dan laut kala Amerika Serikat tekan Iran soal nuklir. Foto: via REUTERS/ISRAELI ARMY
Jakarta, CNN Indonesia --

Pasukan Israel menggelar dua latihan militer besar-besaran di dua tempat terpisah sejak Kamis (12/2), di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat di Timur Tengah.

DI Israel selatan, tentara melakukan latihan di wilayah Eilat dan Lembah Arava, sambil menggelar simulasi skenario yang digambarkan oleh militer sebagai salah satu kemungkinan "terburuk".

Surat kabar Maariv, seperti dilansir Anadolu Agency, mengutip seorang sumber mengatakan tentara Israel sedang berlatih untuk "skenario yang sangat berbahaya" yang mungkin mereka hadapi.

Laporan menyebut skenario simulasi tersebut mencakup serangan rudal yang menargetkan Eilat dan sekitarnya, serangan terhadap daerah wisata, dan upaya infiltrasi melintasi perbatasan Yordania atau dari Laut Merah.

Latihan tersebut juga mencakup persiapan untuk kemungkinan serangan kelompok bersenjata dari Yaman menuju Teluk Eilat atau tiba melalui darat untuk melakukan serangan dari daerah tersebut.

Di Mediterania, Angkatan Laut Israel melakukan latihan pertahanan skala besar yang berlangsung selama beberapa hari.

Lembaga penyiaran publik Israel, KAN, mengatakan latihan tersebut mensimulasikan "ancaman multi-domain" di bawah permukaan, di laut, dan di udara, dan bertujuan untuk mempersiapkan pertahanan aset strategis di perairan Israel, termasuk di fasilitas gas lepas pantai dan pelabuhan.

Latihan tersebut melibatkan kapal selam, kapal rudal, pasukan khusus angkatan laut, dan pesawat angkatan udara yang beroperasi bersama.

Latihan militer Israel dilakukan kala Amerika Serikat kembali mengirimkan kapal induk terbesar di dunia, USS Gerald R Ford ke Timur Tengah untuk menekan Iran.

Laporan soal USS Gerald R Ford sendiri muncul sehari setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyambangi Trump di Washington. Netanyahu datang untuk meminta Trump bersikap lebih keras terhadap Iran, termasuk menuntut Teheran menghentikan program rudal balistik dan dukungannya ke proksi.

Kendati demikian, Trump menolak karena masih ingin mengupayakan pembicaraan diplomatik. Namun, ia mengerahkan kapal induk baru untuk mendesak Iran segera membuat kesepakatan terkait program nuklir.

(dna)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK