Kemlu Pastikan Pengiriman Pasukan RI ke Gaza Bukan untuk Misi Tempur

CNN Indonesia
Sabtu, 14 Feb 2026 19:36 WIB
Kemlu RI memastikan personel RI di ISF bukan untuk tempur, namun bersifat kemanusiaan, melindungi warga sipil, dan pelatihan.
Ilustrasi. Kemlu RI pastikan kehadiran pasukan Indonesia di ISF Gaza di bawah mandat kemanusiaan, bukan misi tempur. Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Luar Negeri RI memastikan pengiriman pasukan Indonesia sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Forces/ISF), bukan dalam rangka misi tempur.

"Keikutsertaan Indonesia bukan untuk misi tempur dan bukan untuk misi demiliterisasi," mengutip pernyataan Kemlu di situs resminya, Sabtu (14/2).

Kemlu menyatakan pasukan RI takkan terlibat operasi tempur ataupun konfrontasi dengan pihak bersenjata manapun. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Personel Indonesia tidak akan terlibat dalam operasi tempur atau tindakan apa pun yang mengarah pada konfrontasi langsung dengan pihak bersenjata manapun," tulis Kemlu.

Kemlu memastikan keikutsertaan Indonesia bukan untuk misi tempur dan juga bukan untuk misi demiliterisasi.

Kemlu menegaskan mandat RI bersifat kemanusiaan, fokus pada perlindungan warga sipil, bantuan kemanusiaan dan kesehatan, serta pelatihan dan penguatan kapasitas polisi Palestina.

Lalu, Kemlu juga memastikan penggunaan kekuatan yang sangat terbatas bagi pasukan RI. Penggunaan kekuatan hanya diperkenankan untuk self-defense dan sepenuhnya tunduk dengan hukum internasional.

"Area penugasan Indonesia dibatasi secara khusus hanya di Gaza, yang merupakan bagian integral dari wilayah Palestina," lanjut pernyataan Kemlu.

Selain itu, Kemlu juga menolak perubahan demografi dan relokasi paksa terhadap rakyat Palestina. Kemlu RI menegaskan Indonesia tak segan mengakhiri partisipasi apabila pelaksanaan ISF menyimpang dari national caveats Indonesia atau tidak sejalan dengan kebijakan luar negeri Indonesia.

"Partisipasi dan kehadiran personel Indonesia dalam ISF tidak dimaknai sebagai pengakuan atau normalisasi hubungan politik dengan pihak mana pun," demikian pernyataan tersebut..

Media Israel, KAN, melaporkan RI akan jadi negara pertama yang mengerahkan pasukan internasional ke Gaza beberapa pekan usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump konferensi tingkat tinggi Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) di Washington yang akan digelar pada 19 Februari di Washington.

KTT Board of Peace akan digelar pada 19 Februari di Washington.

Sebelumnya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memperkirakan RI akan mengirim sekitar 8.000 pasukan ke Jalur Gaza Palestina, sebagai bagian dari ISF. Prasetyo menuturkan hingga kini Indonesia masih mempersiapkan skema pengiriman pasukan, termasuk komposisi personel dari masing-masing negara yang terlibat.

Menurutnya, ada sekitar 20 ribu personel dari berbagai negara yang akan dikerahkan ke Gaza sebagai bagian dari ISF.

"Itu kan bagian dari pasukan perdamaian," ujar Prasetyo di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2).

"Belum, sedang dibicarakan. Tapi ada kemungkinan kita akan (kirim) kurang lebih di angka 8.000 itu. Total (tentaranya) 20 ribu," kata Prasetyo.

[Gambas:Video CNN]

(mnf/dna)