Bersama Epstein, Eks Penasihat Gedung Putih Pernah Mau Gulingkan Paus

CNN Indonesia
Senin, 16 Feb 2026 17:18 WIB
Eks penasihat Gedung Putih Steve Bannon dan Jeffrey Epstein sempat ingin menggulingkan Paus Fransiskus lantaran dianggap mengganggu agenda global AS.
Eks penasihat Gedung Putih Steve Bannon dan Jeffrey Epstein sempat ingin menggulingkan Paus Fransiskus lantaran dianggap mengganggu agenda global AS. (AFP/HANDOUT).
Jakarta, CNN Indonesia --

Eks penasihat Gedung Putih Steve Bannon dan predator seksual Jeffrey Epstein sempat berencana menggulingkan pemimpin Gereja Katolik Sedunia Paus Fransiskus karena dianggap mengganggu agenda global Amerika Serikat (AS).

Dalam dokumen yang dirilis Kementerian Kehakiman AS, terlihat Bannon dan Epstein saling bertukar pesan mencakup log obrolan, email, dan pesan teks dari 2019. 

Keduanya memandang Vatikan sebagai titik tekanan geopolitik yang penting dalam gerakan populisme sayap kanan global mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bannon secara eksplisit menyatakan niatnya kepada Epstein dalam pesan teks pada Juni 2019. Dalam satu pesan, Bannon menulis daftar musuh yang mencakup "Keluarga Clinton, Xi [Jinping], Fransiskus, Uni Eropa."

Bannon juga menambahkan kalimat tegas "Kita akan menjatuhkan Fransiskus," demikian dikutip CNN, Sabtu (14/2).

Tak cuma itu, berkas tersebut mengungkap rencana Bannon yang berusaha melibatkan Epstein sebagai produser eksekutif untuk proyek film dokumenter rahasia.

Rencananya, isi film itu akan mengeksplorasi budaya rahasia dan kemunafikan dalam hierarki Gereja Katolik. Bannon meyakini eksposur skandal internal ampuh memicu kemarahan besar dan berpotensi melengserkan Paus.

Berkas itu juga menyoroti obsesi predator tersebut soal kondisi keuangan dan rahasia Vatikan. Berdasarkan riwayat pembelian dan korespondensi, Epstein aktif mempelajari teori konspirasi Vatikan, korupsi perbankan, dan perjuangan kekuasaan internal di dalam Tahta Suci.

Dalam sebuah email kepada Mark Epstein, dia bahkan melontarkan komentar merendahkan Paus saat berkunjung ke New York pada 2015. Ini sekaligus menjadi tanda sikap Epstein yang menentang otoritas kepausan.

Penulis biografi Paus Fransiskus Austen Ivereigh juga pernah menyinggung orang-orang yang menginginkan pemimpin Gereja Katolik itu lengser.

"Ada kampanye jelas dan terpadu di antara sejumlah tokoh dan lembaga tradisionalis untuk menjatuhkan Fransiskus atas nama semacam 'pemurnian'," kata Ivereigh.

Kampanye itu merujuk ke upaya Bannon dan Epstein yang ingin "memurnikan" Gereja dari pengaruh liberal, terutama terkait isu-isu hak-hak LGBTQ, imigrasi, dan perubahan iklim.

Fransiskus terkenal membela orang-orang pinggiran seperti kelompok LGBT dan lantang menyuarakan protes krisis iklim

"Apa yang sekarang menjadi jelas adalah bagaimana tokoh-tokoh seperti Bannon mencoba menyalurkan sumber daya dari jaringan seperti Epstein untuk mencapai tujuan politik ini," ujar Ivereigh lagi.

Hingga kini, pihak Bannon belum memberi komentar resmi soal dokumen tersebut, begitu juga dengan Vatikan.

Meski demikian, sumber internal menunjukkan kehadiran dokumen-dokumen yang muncul turut mengonfirmasi kekhawatiran lama terkait campur tangan politik asing dalam urusan kepausan.

(ans/sfr)