Ukraina Ngebet Damai, Rusia Siap Bahas Perdamaian di Jenewa

CNN Indonesia
Selasa, 17 Feb 2026 11:50 WIB
Delegasi Rusia dan Ukraina dijadwalkan bertemu di Jenewa, Swiss, Selasa (17/2) sebagai bagian dari upaya terbaru untuk mengakhiri perang.
Delegasi Rusia dan Ukraina dijadwalkan bertemu di Jenewa, Swiss, Selasa (17/2) sebagai bagian dari upaya terbaru untuk mengakhiri perang yang sudah berlangsung selama empat tahun tersebut. AFP/ALEXANDER KAZAKOV
Jakarta, CNN Indonesia --

Delegasi Rusia dan Ukraina dijadwalkan bertemu di Jenewa, Swiss, Selasa (17/2) sebagai bagian dari upaya terbaru untuk mengakhiri perang yang sudah berlangsung selama empat tahun tersebut.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump berupaya memposisikan dirinya sebagai penengah dalam konflik Rusia dan Ukraina pada Februari 2022, tetapi belum menghasilkan terobosan apa pun.

"Ukraina sebaiknya segera datang ke meja perundingan," kata Trump kepada wartawan di atas pesawat Air Force One dalam perjalanan menuju Washington mengutip AFP.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada, Senin (15/2) Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa negosiasi Jenewa mengenai Ukraina akan mencakup berbagai topik yang lebih luas dibandingkan dengan pembahasan di Abu Dhabi, karena hanya isu-isu kunci terkait wilayah sebuah negara.

Dia mengatakan bahwa pembahasan isu-isu tersebut membutuhkan kehadiran kepala delegasi Rusia, yang absen dari pembicaraan di Uni Emirat Arab pada 23-24 Januari 2026.

"Pertemuan kali ini dimaksudkan untuk membahas spektrum pertanyaan yang lebih luas, termasuk, sebenarnya, isu-isu utama yang menyangkut wilayah dan segala hal lainnya. Ini terkait dengan kebutuhan kami. Di sini kami membutuhkan kehadiran kepala negosiator, yaitu Vladimir Medinsky," kata Peskov dalam konferensi pers di Moskow.

Sementara itu, Ukraina berkeyakinan bahwa Rusia tidak bersedia berkompromi dan ingin melanjutkan perang.

"Bahkan menjelang pertemuan trilateral di Jenewa, tentara Rusia tidak memiliki perintah lain selain terus menyerang Ukraina. Ini menunjukkan betapa Rusia memandang upaya diplomatik para mitra," tulis pemimpin Ukraina Volodymyr Zelensky di media sosial pada hari Senin.

Dikabarkan jika pembicaraan tersebut, yang menurut Kremlin akan diadakan secara tertutup dan tanpa kehadiran media dan diharapkan menemui titik terang terkait konflik dua negara tersebut.

(mik)


[Gambas:Video CNN]