Hamas Ultimatum Israel soal BoP: Jangan Jadikan Kedok Lanjutkan Agresi
Hamas mendesak Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Donald Trump bisa segera menghentikan serangan Israel ke Jalur Gaza Palestina, terlepas dari kesepakatan gencatan senjata yang sedang berlangsung usai dimediasi Amerika Serikat Oktober lalu.
Pernyataan Hamasi tu muncul menjelang pertemuan resmi pertama BoP yang dijadwalkan digelar pada Kamis (19/2) di Washington.
Pertemuan BoP yang kontroversial ini berlangsung di tengah kritikan luas bahwa BoP tak mewakili kepentingan Palestina, namun mengakomodir "agenda Israel-AS".
"Kami memperingatkan agar pihak [Israel] tidak menggunakan dewan ini sebagai kedok untuk melanjutkan perang di Gaza dan mencegah rekonstruksi," ucap juru bicara Hamas, Hazem Qassem, dalam pernyataan video, dikutip Al Jazeera pada Selasa (17/2).
"Perang genosida terhadap Gaza masih berlangsung, melalui pembunuhan, pengusiran, blokade, dan kelaparan, hingga saat ini," kata Qassem menambahkan.
Qassem menekankan Dewan Trump harus mencakup komite teknokrat Palestina untuk mengelola Gaza dan memulai rekonstruksi besar.
Israel sampai sejauh ini memang masih melancarkan serangan ke Jalur Gaza. Terbaru, agresi brutal Israel menyasar Tuffah, Gaza utara, dan Khan Younis di selatan, dengan tank dan artileri Israel menembaki wilayah sipil, sementara korban luka dibawa ke Rumah Sakit al-Awda.
Kapal perang Israel bahkan dilaporkan menembaki nelayan dan menahan dua warga Palestina di Gaza, sementara pembongkaran pemukiman di utara dan selatan terus berlangsung.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sejak gencatan senjata dimulai 10 Oktober 2025, lebih dari 600 warga Palestina tewas dan 1.600 lainnya luka akibat serangan Israel yang melanggar kesepakatan gencatan.
Israel juga masih membatasi akses masuk bantuan kemanusiaan dan akses keluar-masuk pasien yang membutuhkan perawatan medis ke luar negeri.
Sementara itu, juru bicara Sekjen PBB Antonio Guterres, Stephane Dujarric, mengatakan kurang dari 60 persen kiriman bantuan dari Mesir diperbolehkan masuk Gaza, dan operasi kemanusiaan masih menghadapi hambatan.
"Pergerakan kemanusiaan yang membutuhkan koordinasi dengan pihak berwenang Israel juga terus menghadapi hambatan... Tim kami di lapangan sedang berkomunikasi dengan pihak berwenang untuk memperjelas kendala ini dan mencari solusi agar operasi kami bisa berjalan," ujar Dujarric.
Sejak diluncurkan di Forum Ekonomi Dunia di Davos pada Januari, BoP telah mendapat tanda tangan dari sedikitnya 19 negara sebagai anggota pendiri.
Dewan pimpinan Trump awalnya dibentuk untuk mengawasi gencatan senjata dan rekonstruksi Gaza. Namun kini diperluas menangani konflik internasional, memicu kekhawatiran jadi pesaing PBB.
(rnp/rds)