Kim Jong Un Pamer 50 Peluncur Roket Nuklir Baru Korut, Dilengkapi AI

CNN Indonesia
Kamis, 19 Feb 2026 16:55 WIB
Kim Jong Un pamer peluncur roket pembawa hulu ledak nuklir Korut. Foto: KCNA via REUTERS
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, memamerkan puluhan peluncur roket yang mampu membawa hulu ledak nuklir, menjelang kongres penting Partai Buruh Korea.

Menurut laporan Korean Central News Agency pada Kamis (19/2), sebanyak 50 peluncur itu diserahkan oleh para pekerja industri persenjataan Korut dalam upacara pada Rabu.

Foto yang dirilis menunjukkan puluhan kendaraan peluncur diparkir rapi di alun-alun House of Culture di Pyongyang, yang akan menjadi lokasi penyelenggaraan kongres.

Kim memuji peluncur itu sebagai senjata yang "luar biasa" dan "menarik", serta menegaskan kongres mendatang akan menetapkan target baru di bidang militer dan pembangunan.

"Ketika senjata ini digunakan, tidak ada kekuatan yang bisa berharap mendapat perlindungan Tuhan," kata Kim, menurut KCNA, dikutip Al Jazeera.

"Itu benar-benar senjata yang luar biasa dan menarik," ujar Kim, dikutip Yonhap News Agency dari Korea Selatan.

Kim juga menyebut peluncur itu sebagai senjata paling unggul di dunia untuk serangan terkonsentrasi yang sangat kuat.

"Senjata ini cocok untuk serangan khusus, yakni menjalankan misi strategis," ujar Kim, istilah yang biasa dipakai sebagai sebutan lain untuk senjata nuklir.

Ia menambahkan senjata itu dilengkapi "teknologi AI dan sistem panduan gabungan" serta akan berfungsi sebagai penangkal bagi musuh.

Kim juga menyoroti kemajuan berbagai proyek menjelang Kongres ke-9 Partai Buruh bulan ini, yang secara luas dianggap sebagai peristiwa politik paling penting di Korut.

Ia mengatakan Kongres ke-9 akan menandai dimulainya tahap baru inisiatif pertahanan mandiri. Selain itu, kongres itu juga akan mempercepat pembaruan berkelanjutan kemampuan militer untuk menghadapi setiap ancaman dan tantangan dari luar.

Pertemuan politik itu diperkirakan akan menetapkan arah kebijakan luar negeri Korut, rencana perang, dan ambisi nuklirnya untuk lima tahun ke depan.

Dalam beberapa hari terakhir, media pemerintah melaporkan kedatangan para delegasi ke acara itu, memicu spekulasi kongres bisa dimulai kapan saja.

(rnp/dna)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK