Apa itu Pasukan ISF yang Diumumkan Board of Peace?

CNN Indonesia
Jumat, 20 Feb 2026 09:15 WIB
Presiden Prabowo Subianto resmi menyatakan Indonesia akan mengirim sampai 8 ribu pasukan untuk dikirim sebagai International Stabilization Force (ISF). Ilustrasi. (Foto: Dok. Puspen TNI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden RI Prabowo Subianto menuturkan Indonesia akan mengirim sampai 8 ribu Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Forces/ISF) ke Jalur Gaza Palestina.

Hal itu disampaikan Prabowo saat berpidato di rapat perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) di Washington, Amerika Serikat, pada Kamis (19/2).

"Kami menegaskan kembali komitmen untuk berkontribusi dengan jumlah pasukan yang signifikan, hingga 8.000 personel atau lebih jika diperlukan," ujar Prabowo dalam pidatonya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menuturkan akan mulai mengirimkan tentaranya ke ISF dalam satu atau dua bulan ke depan.

"Kita siap (kirim pasukan ISF). Mungkin ya kelompok-kelompok advanced mungkin tidak lama lah mungkin satu sampai dua bulan ini," ujar Prabowo usai menghadiri rapat Board of Peace.

Dalam pertemuan itu, Panglima ISF Mayor Jenderal Jasper Jeffers bahkan menunjuk Indonesia sebagai Wakil Komandan ISF.

Jeffers mengatakan Indonesia akan jadi salah satu negara yang akan mengirim pasukan ISF di tahap awal.

"Saya dengan bangga mengumumkan lima negara pertama yang akan mengirim personel untuk bertugas di ISF yakni Indonesia, Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania," kata Jeffers dalam KTT BoP.

[Gambas:Video CNN]

Apa itu ISF?

ISF merupakan bagian Board of Peace. BoP terbentuk usai mendapat lampu hijau dari Dewan Keamanan PBB melalui resolusinya pada tahun lalu.

Nantinya, negara-negara akan menyumbangkan personel ke ISF melalui "konsultasi dan kerja sama yang erat" dengan Mesir dan Israel.

Secara teori, badan keamanan ini akan bekerja sama dengan Israel dan Mesir untuk "demiliterisasi" Jalur Gaza. Mesir dan Yordania juga dilaporkan bakal melatih pasukan polisi untuk Palestina.

Lebih rinci, ISF akan menjadi pasukan multinasional yang dikerahkan ke Gaza untuk membantu melatih polisi, mengamankan perbatasan, menjaga keamanan dengan membantu demiliterisasi Gaza, melindungi warga sipil dan operasi kemanusiaan, termasuk mengamankan koridor kemanusiaan.

Menurut laporan Al Jazeera, pada dasarnya, pasukan tersebut akan mengambil alih tanggung jawab keamanan yang selama ini dikelola Hamas selama 19 tahun terakhir.

Sejak 2006, Hamas memimpin Jalur Gaza, termasuk mengelola layanan sosial dan keamanannya.

Di KTT Board of Peace, Jeffers menjelaskan dua tujuan utama pengerahan pasukan ke Gaza.

Pertama memastikan keamanan serta stabilitas di wilayah tersebut terjaga dengan baik, dan kedua memastikan pemerintah sipil terbentuk.

Dalam paparannya, dia juga mengatakan pasukan ISF akan ditempatkan di lima sektor yakni Rafah, Khan Younis, Deir al Balah, Gaza City, dan Gaza Utara.

Dalam waktu dekat, personel ISF akan diterjunkan di wilayah Rafah di Gaza selatan, dan dari situ ISF secara berangsur akan melanjutkan operasinya ke wilayah utara Gaza.

(isa/rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK