China Perluas Pengaruh di Pakistan Lewat 'Panda Bonds'

CNN Indonesia
Sabtu, 21 Feb 2026 04:30 WIB
Pakistan disebut tengah siapkan penerbitan obligasi 'Panda bonds' seiring perkuat hubungan dengan China.
Ilustrasi mata uang China Yuan. Foto: AFP/STR
Jakarta, CNN Indonesia --

Pakistan tengah mempersiapkan penerbitan obligasi atau surat utang jangka bernama "Panda Bonds" perdana senilai sekitar USD250 juta (setara Rp4,2 triliun), seiring membaiknya kondisi ekonomi negara tersebut di tengah upaya memperkuat hubungan dengan China.

Koresponden asing Nikkei Asia, Farhan Bokhari, mengatakan bahwa dengan, "Didorong oleh kembalinya stabilitas makroekonomi, Pakistan sedang mempersiapkan penerbitan Panda bonds pertamanya, yang diperkirakan akan diluncurkan sebelum akhir kuartal ini."

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah analis menilai penerbitan awal ini dapat berkembang hingga mencapai USD1 miliar, sekaligus membuka jalan bagi Pakistan untuk lebih rutin mengakses pasar obligasi China.

Langkah tersebut menandai perubahan besar bagi Pakistan, yang sebelumnya sempat berada di ambang gagal bayar.

"Bagi negara yang secara luas diyakini berada di ambang gagal bayar utang luar negeri pertamanya hanya tiga tahun lalu, kembalinya Pakistan ke pasar obligasi global menandai sebuah transisi penting," ucap Bokhari.

Perubahan arah investasi China

Hubungan ekonomi China dan Pakistan sebelumnya diperkuat melalui proyek China-Pakistan Economic Corridor (CPEC) yang diluncurkan pada 2015 dengan nilai hingga $60 miliar.

Namun, menurut Bokhari, fokus investasi luar negeri China kini berubah.

"China semakin beralih kepada peminjam di dunia Barat, terutama Amerika Serikat," tulisnya, merujuk pada laporan AidData yang menunjukkan AS menjadi penerima terbesar pinjaman portofolio China sejak 2000.

Meski memiliki peluang baru, Pakistan masih menghadapi tantangan internal, khususnya konflik politik yang berkepanjangan.

"Perpecahan internal Pakistan, yang dipicu oleh konflik politik yang berulang, terus melemahkan prospek persatuan nasional," sebut Bokhari.

Ia juga menekankan pentingnya reformasi ekonomi untuk menarik investor.

"Rencana Pakistan untuk meluncurkan Panda bonds pertamanya harus didukung oleh reformasi besar guna meningkatkan prospek ekonomi negara tersebut," ujarnya.

Menurutnya, Pakistan perlu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, khususnya dengan memperkuat sektor pertanian yang terdampak perubahan iklim dan banjir.

Risiko keamanan jadi sorotan

Selain faktor ekonomi dan politik, masalah keamanan juga menjadi perhatian.

"Serangan teroris baru-baru ini di seluruh Pakistan, termasuk di ibu kota Islamabad, menjadi pengingat akan tantangan serius terhadap stabilitas negara tersebut," tulis Bokhari.

Ia menambahkan bahwa penerbitan obligasi ini dapat menjadi momentum penting bagi Pakistan untuk melakukan perbaikan.

"Peluncuran Panda bonds mendatang harus dilihat sebagai peluang bagi Pakistan untuk mengatasi berbagai tantangannya," tutup Bokhari.

(dna)