Austria Sulap Rumah Hitler jadi Kantor Polisi
Austria mengubah rumah Adolf Hitler menjadi kantor polisi. Rumah itu jadi saksi kelahiran hingga sebagian kecil masa muda Hitler.
Rumah terletak di jalan sempit yang dipenuhi toko-toko di kota Braunau am Inn, dekat perbatasan dengan Jerman. Di rumah itu, dulu Hitler lahir pada 20 April 1889 dan tinggal di masa mudanya.
Menurut Sibylle Treiblmaier, asisten kantor, perubahan ini seperti pedang bermata dua. Keputusan ini mungkin dapat mencegah ekstremis sayap kanan berkumpul di lokasi tersebut.
Dia pun berharap tempat itu "seharusnya dapat digunakan dengan lebih baik atau berbeda".
Seperti dilaporkan AFP, pemerintah ingin "menetralisir" lokasi itu dan mengesahkan undang-undang pada 2016 untuk mengambil alih bangunan yang sudah usang dari pemilik pribadinya.
Partai kebebasan sayap kanan yang didirikan mantan Nazi, unggul dalam pemilu nasional untuk pertama kali pada 2024. Meski demikian mereka gagal membentuk pemerintahan.
Pada 2025, dua jalan di Braunau am Inn yang memperingati Nazi diganti namanya setelah bertahun-tahun mendapat keluhan aktivis.
Jadi kantor polisi
Pekan ini para pekerja sedang menyelesaikan sentuhan akhir pada fasad yang telah direnovasi. Terdapat sebuah batu peringatan yang berbunyi: "Untuk Perdamaian, Kebebasan, dan Demokrasi. Jangan Pernah Lagi Fasisme. Jutaan Orang Mati Memberi Peringatan."
Kementerian dalam negeri setempat menyebut para petugas dijadwalkan untuk pindah pada kuartal kedua 2026.
Sebelumnya, rumah itu disewa bertahun-tahun oleh kementerian dalam negeri dan menjadi pusat bagi penyandang disabilitas lalu akhirnya rusak.
Jasmin Stadler, penduduk asli Braunau, berkata akan menarik jika menempatkan kelahiran di rumah itu dalam "konteks sejarah".
Sementara itu, Wolfgang Leithner, seorang insinyur listrik, berpendapat mengubahnya menjadi kantor polisi diharapkan dapat membawa "sedikit ketenangan" dan mencegah jadi tempat pemujaan bagi ekstremis sayap kanan.
"Masuk akal untuk menggunakan bangunan itu dan memberikannya kepada polisi, kepada otoritas publik," katanya.
(els)