Presiden Lebanon Kecam Serangan Israel, 12 Orang Tewas

CNN Indonesia
Minggu, 22 Feb 2026 01:00 WIB
Presiden Lebanon Joseph Aoun adalah mantan panglima militer negara itu. (AFP/ANWAR AMRO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Lebanon Joseph Aoun mengutuk serangan mematikan Israel terhadap negaranya yang dilakukan sehari sebelumnya, yang terbaru meskipun ada gencatan senjata dengan kelompok militan Hizbullah, Jumat (20/2).

Mengutip dari AFP, dalam pernyataan pada Sabtu (21/2), Joseph Aoun menyebut serangan itu sebagai 'tindakan agresi terang-terangan yang bertujuan untuk menggagalkan upaya diplomatik' oleh Amerika Serikat dan negara-negara lain untuk membangun stabilitas di kawasan Timur Tengah.

Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan 10 orang tewas dalam dalam serangan di wilayah timur negara itu dan dua warga sipil di selatan. Kedua wilayah itu diketahui pula sebagai basis Hizbullah.

Israel telah berulang kali membombardir Lebanon meskipun ada gencatan senjata, biasanya dengan mengatakan bahwa mereka menargetkan Hizbullah tetapi kadang-kadang juga sekutu Palestina kelompok tersebut, Hamas.

Serangan di wilayah selatan, kata otoritas Lebanon, menyasar lingkungan kamp pengungsi Palestina, Ain al-Helweh yang berada di pinggiran kota Sidon.

Ain al-Helweh adalah kamp pengungsi Palestina terbesar di Lebanon. Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan dua orang tewas dalam serangan itu.

Seorang koresponden AFP melihat asap mengepul dari sebuah bangunan di kamp yang padat penduduknya saat ambulans menuju lokasi kejadian.

Sementara itu militer Israel, IDF, di dalam pernyataannya mengklaim pasukannya 'menyerang pusat komando Hamas'. IDF juga menuding aktivitas di sana sebagai 'pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon', serta ancaman bagi Israel.

Hamas dalam sebuah pernyataan mengutuk serangan itu, yang menurut mereka menyebabkan korban jiwa di kalangan "sipil".

Mereka menolak tuduhan Israel, dan menyebutnya sebagai dalih yang lemah. Mereka menyatakan bangunan yang menjadi sasaran "milik pasukan keamanan gabungan yang bertugas menjaga keamanan dan stabilitas di kamp pengungsi terbesar di Lebanon itu.

Kamp pengungsi Palestina yang sudah ada sejak 1948 itu juga menjadi target serangan Israel pada November tahun lalu dengan dalih menargetkan Hamas. Kantor urusan HAM PBB menyatakan kala itu 13 orang tewas, sebanyak 11 di antaranya adalah anak-anak.

Respons Hizbullah

Terkait serangan pada Jumat lalu, AFP memberitakan anggota parlemen Lebanon dari Hizbullah, Rami Abu Hamdan, meminta Beirut untuk menangguhkan pertemuan komite multinasional yang bertugas memantau gencatan senjata.

AS adalah salah satu dari lima anggota komite yang mengawasi gencatan senjata yang diterapkan pada November 2024, dengan badan tersebut dijadwalkan untuk bertemu lagi pekan depan.

Hizbullah menyatakan salah satu komandannya tewas dalam serangan Israel Jumat lalu.

(afp/kid)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK