Serangan AS Kian Dekat, Korsel-Eropa Desak Warganya Tinggalkan Iran

CNN Indonesia
Senin, 23 Feb 2026 19:35 WIB
Sejumlah negara desak warganya segera tinggalkan Iran di tengah ancaman serangan AS. Foto: AFP/ATTA KENARE
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah negara telah mengeluarkan peringatan darurat bagi warga negaranya untuk segera meninggalkan Iran, di tengah meningkatnya ancaman serangan Amerika Serikat

Hingga kini sejumlah negara seperti Swedia, Serbia, Jerman,, Polandia, hingga Korea Selatan telah mendesak warganya meninggalkan Iran.

Desakan itu muncul di tengah kekhawatiran eskalasi militer dan memburuknya situasi keamanan di kawasan. 

Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengultimatum Iran untuk menyepakati negosiasi nuklir dalam 10 hari. Negosiasi nuklir putaran ketiga AS-Iran rencananya akan digelar pekan ini di Jenewa, Swiss. 

Berikut negara-negara yang telah mendesak warganya untuk angkat kaki dari Iran.

Jerman

Kedutaan Besar Jerman di Teheran pada Jumat (20/2) kembali mengimbau warga Jerman untuk segera meninggalkan Iran, seiring meningkatnya risiko eskalasi ketegangan di kawasan.

"Situasi keamanan di Iran dan seluruh kawasan sangat tidak stabil. Bentrokan militer tidak dapat dikesampingkan. Pembatasan lebih lanjut pada lalu lintas udara, termasuk pembatalan penerbangan dan penutupan wilayah udara, dapat terjadi kapan saja," demikian pernyataan itu, dikutip Middle East Monitor.

Kedutaan juga menyampaikan layanan bantuan konsuler di Teheran saat ini hanya dapat diberikan secara terbatas.

Seruan terbaru itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump pada Jumat pagi menyatakan tengah mempertimbangkan opsi serangan militer guna menekan Iran agar mencapai kesepakatan.

Serbia

Serbia mendesak warganya di Iran untuk meninggalkan negara itu, menyusul memburuknya kondisi keamanan akibat ketegangan Teheran dan Washington terkait program nuklir.

Kementerian Luar Negeri Serbia mengimbau warga agar tidak melakukan perjalanan ke Iran dalam waktu dekat, serta meminta mereka yang saat ini berada di sana untuk segera meninggalkan negara tersebut.

"Karena situasi keamanan yang memburuk warga Serbia tidak disarankan untuk ke Iran," kata kementerian itu, dikutip Gulf News.

"Semua orang yang berada di Iran untuk segera meninggalkan negara itu," tambah dia.

Swedia

Menteri Luar Negeri Swedia Maria Malmer Stenergard mendesak warganya untuk segera meninggalkan Iran pada Jumat (20/2), seiring meningkatnya risiko eskalasi ketegangan di kawasan itu.

"Situasi di Iran dan di kawasan ini sangat tidak pasti. Oleh karena itu, saya ingin menegaskan pentingnya imbauan Kemlu untuk tidak melakukan bepergian ke Iran, dan mendesak warga Swedia yang berada di sana untuk segera keluar dari negara itu," tulis Stenergard, dalam media sosial X, dikutip Anadolu Agency.

Stenergard juga menekankan jalur keluar dari Iran masih terbuka, baik melalui penerbangan maupun penyeberangan darat, sehingga warga diminta memanfaatkan kesempatan itu selagi memungkinkan.

"Individu yang memilih tetap tinggal harus menanggung tanggung jawab pribadi yang besar, karena pemerintah tidak akan dapat melakukan evakuasi dari Iran," ujarnya.

Polandia

Perdana Menteri Polandia Donald Tusk meminta seluruh warganya meninggalkan Iran segera, menyusul sinyal aksi militer dari Presiden AS Donald Trump, pada Kamis (19/2).

"Semua yang masih berada di Iran harus segera pergi, dan dalam keadaan apapun tidak boleh ada yang merencanakan perjalanan ke negara itu," ujarnya dalam konferensi pers, dikutip AFP.

"Kemungkinan terjadinya konflik sangat nyata, dan dalam beberapa jam, belasan atau puluhan jam ke depan, evakuasi mungkin tidak lagi menjadi opsi," tambah dia.

Ini merupakan kedua kalinya dalam beberapa bulan terakhir pemerintah Polandia mengimbau warganya meninggalkan negara itu.

India

Kementerian Luar Negeri India mendesak warganya untuk meninggalkan Iran, di tengah kekhawatiran akan kemungkinan serangan AS terhadap Teheran.

"Mengingat situasi yang berkembang di Iran, warga negara India yang saat ini berada di Iran... disarankan untuk meninggalkan Iran dengan cara transportasi yang tersedia, termasuk penerbangan komersial," kata Kedutaan Besar India di Teheran dalam sebuah unggahan di media sosial.

Kementerian Luar Negeri India memperkirakan ada sekitar 10.000 warga negara di Iran.

"Semua warga negara India dan PIO (orang keturunan India) harus berhati-hati, menghindari area protes atau demonstrasi, tetap berhubungan dengan Kedutaan Besar India di Iran dan memantau media lokal untuk setiap perkembangan," tambahnya.

Korea Selatan

Kedutaan Besar Korea Selatan di Iran memperingatkan warga negaranya bahwa keamanan di Iran dapat memburuk dengan cepat. 

Korsel mendesak warganya untuk memantau dengan cermat pemberitaan media dan peringatan kedutaan, dan mengambil tindakan pencegahan untuk memastikan keselamatan pribadi mereka.

"Laporan media baru-baru ini telah menyoroti meningkatnya ketegangan regional dengan cepat, dengan menyebutkan kemungkinan serangan AS terhadap Iran dan peringatan pembalasan dari Teheran," kata kedutaan.

Kedutaan menyarankan warga Korea Selatan yang saat ini berada di Iran untuk meninggalkan negara itu "sesegera mungkin" kecuali jika keberadaan mereka sangat penting.

(rnp/dna)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK