Israel Siapkan RS Darurat, Siaga Perang Panjang AS-Iran

CNN Indonesia
Selasa, 24 Feb 2026 22:30 WIB
Ilustrasi. Israel siapkan RS darurat siaga perang panjang AS-Iran. Foto: REUTERS/Shir Torem
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Israel dikabarkan sedang menyiapkan rumah sakit (RS) darurat sebagai antisipasi menghadapi perang panjang Amerika Serikat vs Iran.

Media-media berbahasa Ibrani melaporkan Kementerian Kesehatan tengah mempertimbangkan untuk memulangkan pasien-pasien penyakit dalam agar jumlah pasien rawat inap berkurang.

Ada pula laporan bahwa dokter-dokter di ibu kota kemungkinan bakal dipindahkan ke rumah sakit terpencil guna menambah tenaga profesional di daerah pinggiran.

Rumah sakit swasta terbesar di Tel Aviv, Assuta Ramat HaHayal, juga dilaporkan telah membangun dan menyiapkan rumah sakit bawah tanah di ibu kota, yang dapat menampung hingga 200 tempat tidur.

RS ini disiapkan atas permintaan Kementerian Kesehatan sebagai mitigasi menghadapi keadaan darurat, demikian dilaporkan Channel 12.

Iran dan AS belakangan di ambang perang. Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang Iran lebih parah dari sebelumnya jika Teheran tak segera membuat kesepakatan soal nuklir.

AS dan Iran akan memasuki putaran ketiga negosiasi nuklir pada Kamis (26/2). Iran memberi nuansa positif tentang progres pembicaraan, namun beberapa sumber menyiratkan masih ada perbedaan pandangan yang signifikan di kedua belah pihak.

Iran telah menyatakan siap menyerang pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah jika diserang, termasuk situs-situs milik Israel.

Pasukan dan staf Washington di sejumlah pangkalan dan kedutaan besar pun saat ini sudah mulai dievakuasi. Seiring dengan itu, aset-aset militer AS di sekitar Iran ditingkatkan.

Kapal induk USS Gerald R Ford dikabarkan sudah tiba di Yunani pada Selasa (24/2) pagi. Kapal induk terbesar di dunia itu disebut akan berlabuh di sana selama beberapa hari sebelum melanjutkan perjalanan menuju Israel.

USS Gerald R Ford akan memperkuat kelompok tempur kapal induk USS Abraham Lincoln yang kini berada di Laut Arab.

(blq/dna/bac)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK