Iran Tuding AS-Israel Pakai Propaganda ala Nazi Buat Jatuhkan Teheran

CNN Indonesia
Rabu, 25 Feb 2026 16:05 WIB
Iran tuduh AS dan Israel pakai metode ala propaganda Nazi Jerman untuk jatuhkan Teheran.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baqaei. Foto: AFP/ATTA KENARE
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran menuduh Amerika Serikat (AS) dan Israel menggunakan propaganda ala Nazi untuk menjatuhkan Teheran.

Juru bicara Kemlu Iran Esmail Baqaei mengatakan Washington dan Tel Aviv memakai metode ala Joseph Goebbels, eks kepala propaganda Partai Nazi Jerman, untuk menyebarkan disinformasi soal Teheran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Para pembohong profesional pandai dalam menciptakan 'ilusi kebenaran'. 'Ulangi kebohongan berulang kali dan itu akan menjadi kebenaran' adalah hukum propaganda yang diciptakan Joseph Goebbels," tulisnya di media sosial X.

"Ini sekarang digunakan secara sistematis oleh pemerintahan AS dan para pencari keuntungan perang di sekelilingnya, khususnya rezim Israel yang melakukan genosida, guna menyebar disinformasi dan misinformasi jahat terhadap Negara Iran," lanjut Baqaei.

Baqaei menambahkan segala hal yang diucapkan AS dan Israel mengenai Iran, terutama terkait program nuklir, rudal balistik, dan jumlah korban jiwa dalam demo sipil, semuanya adalah "kebohongan besar".

"Tidak seorang pun boleh tertipu oleh kebohongan-kebohongan yang menonjol ini," tegasnya.

Pernyataan Baqaei ini dilontarkan setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato kenegaraan di parlemen AS pada Selasa malam waktu setempat. Dalam pidatonya, Trump mengeklaim Iran berupaya membangun kembali program nuklir yang setingkat persenjataan.

Trump juga menuduh Iran telah mengembangkan rudal balistik yang dapat mengancam Eropa dan pangkalan AS di negara asing.

"Mereka telah mengembangkan rudal yang dapat mengancam Eropa dan pangkalan kita di luar negeri. Mereka juga sedang berupaya membuat rudal yang akan segera mencapai Amerika Serikat," kata Trump di Capitol, Selasa (24/2) malam.

Trump saat itu juga menyinggung demo warga Iran yang meletus akhir Desember lalu dan menewaskan ribuan orang. Ia menyebut otoritas Iran menembak dan menggantung 32.000 pedemo selama unjuk rasa tersebut.

"Ada sekitar 32 ribu pedemo di negara mereka. Mereka menembak dan menggantung para pedemo. Kita menghentikan mereka menggantung lebih banyak orang dengan ancaman kekerasan serius. Orang-orang ini mengerikan," ujar Trump.

(blq/dna)