Junta Myanmar Bombardir Pasar Desa, 18 Orang Tewas
Junta militer Myanmar melancarkan serangan udara ke pasar di Desa Yoe Ngu, Distrik Ponnagyun, Negara Bagian Rakhine, menewaskan sedikitnya 18 orang dan lainnya terluka, pada Selasa (24/2) sore.
Menurut pernyataan Arakan Army (AA), korban tewas termasuk seorang pria 70 tahun, anak perempuan 6 tahun, tiga remaja 13, 14, dan 15 tahun. Sedikitnya tiga anak perempuan lain berusia empat hingga tujuh tahun dilaporkan terluka.
Warga menyebut bom dijatuhkan sekitar pukul 14.00 waktu setempat, memicu kebakaran di deretan kios dan membuat pedagang serta pembeli terjebak.
Desa itu berada sekitar tujuh mil di utara Kota Ponnagyun, kawasan yang telah dikuasai Arakan Army (AA) sejak 2024.
"Ledakan terjadi di pusat desa dan membuat banyak warga tidak berani bertahan," ujar perwakilan Ponnagyun Youth Association kepada Myanmar Now setelah meninjau lokasi.
Ia menegaskan tidak ada pos AA di desa itu dan wilayah itu hanya dihuni warga sipil serta pengungsi.
Relawan setempat mengatakan ketakutan menyebar setelah serangan mendorong sejumlah keluarga mengungsi.
Kantor Koordinasi Kemanusiaan dan Pembangunan yang berafiliasi dengan United League of Arakan, sayap politik AA, mengecam serangan itu sebagai tindakan sengaja terhadap warga sipil.
Analisis politik Rakhine, Pe Than, menilai militer berupaya menciptakan ketidakamanan di wilayah yang berada di bawah kendali AA.
"Tujuannya memecah komunitas dan memaksa warga pergi tetapi situasinya tidak berjalan sesuai harapan mereka," ujar Pe Than.
Ia menambahkan penggunaan serangan udara merupakan upaya militer untuk menebar ketakutan di wilayah kendali AA.
"Yang akan tersisa hanyalah catatan sejarah yang berlumuran darah," ujarnya.
Lihat Juga : |
Di lokasi lain di Rakhine, sedikitnya dua pria dilaporkan terluka akibat serangan drone di kamp pengungsian sementara di Kecamatan Kyaukphyu, pada Senin, menurut media setempat.
Militer Myanmar belum memberikan pernyataan resmi terkait peristiwa terbaru itu. AA menyebut sejak bentrokan kembali pecah pada November 20223, lebih dari 1.100 warga sipil tewas dan lebih dari 2.000 lainnya terluka di Negara Bagian Rakhine.
(rnp/bac)