Menlu Iran ke Jenewa Swiss, Siap Negosiasi Nuklir dengan AS

CNN Indonesia
Rabu, 25 Feb 2026 20:35 WIB
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan tim berangkat ke Jenewa, Swiss pada Rabu (25/2) untuk negosiasi nuklir dengan Amerika Serikat.
Menlu Iran Abbas Aragchi bersiap ke Jenewa untuk negosiasi nukir dengan perwakilan AS. (via REUTERS/IRIB)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan tim berangkat ke Jenewa, Swiss pada Rabu (25/2) untuk negosiasi nuklir dengan Amerika Serikat.

Iran dan AS dijadwalkan menggelar putaran ketiga negosiasi nuklir pada Kamis di Jenewa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, Araghchi mengatakan kesepakatan nuklir sudah di depan mata.

"Kita punya kesempatan bersejarah mencapai kesepakatan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang mengatasi kekhawatiran bersama dan mencapai kepentingan bersama," kata dia pada Selasa, dikutip AFP.

Ia menambahkan,"Sudah di depan mata, tetapi hanya jika diplomasi diprioritaskan."

Pembicaraan nuklir ini berlangsung di tengah ancaman Trump yang konstan untuk menyerang Iran jika kesepakatan tak tercapai.

Trump ingin Iran mengurangi pengayaan materi nuklir hingga nol dan membatasi produksi rudal balistik.

Iran sementara itu, konsisten membantah berambisi membangun senjata nuklir. Mereka menjelaskan pengayaan uranium untuk energi sipil dan penelitian sebagai hak kedaulatan.

Iran juga berulang kali menegaskan akan menanggapi dengan tegas setiap serangan. Mereka juga menyatakan setiap serangan, bahkan yang terbatas, akan dianggap tindakan agresi.

Kedua negara itu sempat menggelar lima putaran pembicaraan nuklir tahun lalu. Namun, negosiasi berakhir usai Israel dibantu sekutu kesayangannya Amerika Serikat menggempur Iran atau yang dikenal Perang 12 Hari.

Iran membalas serangan Israel. Mereka juga menyerang pangkalan militer AS terbesar di Timur Tengah, yang berada di Qatar.

(isa/bac)


[Gambas:Video CNN]