Prabowo Tegaskan Lagi RI Ikut Board of Peace Demi Palestina Merdeka

CNN Indonesia
Kamis, 26 Feb 2026 05:13 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto kembali menegaskan dukungannya atas usulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakhiri agresi di Gaza, Palestina.
Presiden RI Prabowo Subianto kembali menegaskan dukungannya atas usulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakhiri agresi di Gaza, Palestina. (Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden RI Prabowo Subianto kembali menegaskan dukungannya atas usulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakhiri agresi di Gaza, Palestina.

Ia menegaskan sikap Indonesia bergabung Dewan Perdamaian (Board of Peace) semata-mata untuk mencapai perdamaian di Palestina.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dan itulah sebabnya ketika kami diundang untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace), dan kami mendukung rencana 20 poin dari Presiden Trump, itu semua dilakukan dengan pandangan dan upaya untuk melakukan apapun yang kami bisa guna mencapai solusi langgeng tersebut," kata Prabowo dalam pertemuan bilateral dengan Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah, Raja Abdullah II ibn Al Hussein di Istana Basman, Amman, Yordania, Rabu (25/2).

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga kembali menyatakan sikap Indonesia yang mendukung solusi dua negara atas agresi Israel di Palestina.

Ia menyatakan Indonesia konsisten memandang bahwa solusi dua negara sebagai satu-satunya solusi yang langgeng.

"Indonesia berkomitmen untuk melakukan apa pun yang kami bisa demi solusi yang langgeng. Dan menurut pendapat kami, satu-satunya solusi yang langgeng adalah solusi dua negara dengan Palestina yang merdeka," ujarnya.

Pada saat yang sama, Prabowo juga menyampaikan keprihatinannya atas masalah yang terjadi di daerah Tepi Barat, Palestina. Ia menekankan Indonesia konsisten menempuh jalan yang dapat memperjuangkan perdamaian di sana.

"Dan kami berharap kerja sama erat kita akan memperkuat posisi kita karena menurut saya, kita berada di landasan yang sama dengan Yordania dan negara-negara lain di kawasan ini," ucap dia.

(mnf/rds)


[Gambas:Video CNN]